Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Cegah Kanker Payudara, Lakukan Sadari

Jumat 19 Apr 2013 15:17 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Dewi Mardiani

Kanker Payudara

Kanker Payudara

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Frekuensi kanker payudara di Yogyakarta terbanyak diantara 10 jenis penyakit kanker. Namun sebetulnya kanker payudara dapat disembuhkan asal masih dalam stadium awal.

Penyebab kanker payudara ini multifaktor seperti mutasi gen, lingkungan di dalam (hormonal) dan di luar, kata Ahli Patologi Anatomi RSUP Dr Sardjito FX. Ediati Triningsih.  Untuk itu perlu dilakukan deteksi dini yakni dengan Sadari (periksa payudara sendiri) atau BSE (Breast self-examination).

"Sadari" harus dilakukan secara teratur, tiap bulan agar terbiasa dengan tekstur payudara sendiri. Sehingga tahu bagaimana payudaranya apakah dalam keadaan normal atau abnormal. ''Apabila ada abnormalitas payudaranya, termasuk bila ada kanker dalam keadaan seawal mungkin yang bersangkutan akan menemukan sendiri,''katanya.

Sekitar 90 persen benjolan payudara ditemukan oleh wanita sendiri. Meskipun demikian tidak setiap benjolan/massa payudara ditemukan oleh wanita itu sendiri. Sadari harus dilakukan oleh wanita yang masih mendapatkan haid maupun wanita menopause. Semua wanita di atas 20 tahun dianjurkan untuk melakukan Sadari yang dilakukan setiap bulan 5-7 hari setelah haid selesai.

Untuk wanita menopause atau wanita yang sudah histerektomi atau wanita hamil hendaknya memilih tanggal yang mudah diingat setiap bulannya dan tetap menggunakan tanggal tersebut setiap bulannya. Catat hasil pengamatan Sadari dan tandai penanggalannya. Bulan berikutnya. Bila ada benjolan/massa atau sesuatu yang abnormal, harus segera pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA