Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Hina Islam dan Nabi, Tiga Blogger Bangladesh Ditangkap Polisi

Rabu 03 Apr 2013 17:56 WIB

Rep: Hannan Putra/ Red: Djibril Muhammad

Bendera Bangladesh

Bendera Bangladesh

Foto: blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID -- Tiga blogger pelaku pelecehan dan penghinaan Islam dan Nabi Muhammad SAW berhasil diringkus kepolisian Bangladesh, Selasa (2/4) kemarin.

Dalam jumpa persnya, pihak kepolisian mengatakan ketiga blogger tersebut terancam hukuman 10 tahun penjara akibat perbuatannya, seperti dilaporkan surat kabar The Express Tribune, Selasa (2/4).

Selama jumpa pers, ketiga blogger tersebut hanya menunduk memandangi tangannya yang diborgol petugas polisi. Ketiganya diduga kuat sebagai ateis alias tidak beragama.

Sebelumnya, warga India di Ibu Kota Dhaka telah berunjuk rasa menuntut pelecehan Islam dan Nabi Muhammad yang marak terjadi di internet segera diusut polisi. Pengunjuk rasa menuntut agar pelaku penghinaan Islam dan Nabi Muhammad SAW tersebut diberi hukuman mati.

Namun, pihak kepolisian setempat mengelak jika penangkapan ketiga blogger tersebut atas desakan pengunjuk rasa yang mengancam akan menggalang unjuk rasa besar-besaran pada Sabtu mendatang jika pihak kepolisian bertindak tegas.

Salah seorang petugas kepolisian di Dhaka India, Molla Nazrul Islam, mengatakan penangkapan pelaku penistaan agama di dunia maya itu ditangkap karena memang dianggap telah menyakiti perasaan umat Islam.

"Mereka telah menyakiti perasaan warga karena menulis hal yang menghina agama dan nabi," kata Nazrul.

Selain tiga blogger tersebut, masih ada 84 daftar nama lainnya yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Menteri Dalam Negeri India, Muhiuddin Khan, mengatakan ketiga blogger itu hanya sebagian kecil dari 84 daftar nama yang telah dikumpulkan pihak kepolisian melalui laporan masyarakat. Mereka tersebut diduga ateis dan menyebarkan tulisan-tulisan SARA di blog mereka.

"Penangkapan itu berdasarkan informasi sumber. Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan," kata Muhiuddin Khan.

Februari lalu, salah seorang blogger yang diduga menghina Islam di dalam tulisan blognya ditemukan tewas terbunuh. Ia diduga merupakan salah seorang penulis di sebuah blog di Bangladesh yang tulisannya dianggap telah menghina Rasulullah SAW.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA