Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

DPC Surabaya Akui Diundang Anak Angkat Marzuki

Rabu 27 Mar 2013 20:53 WIB

Rep: Ira Sasmita/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Bendera Partai Demokrat.

Bendera Partai Demokrat.

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat mengakui memang diundang oleh Syofwatillah Mohzaib atau biasa dipanggil Opat. Diketahui dari Marzuki Alie, Opat yang menjabat sebagai anggota Komisi VIII DPR itu merupakan anak angkatnya.

"Memang di-sms, tapi hanya menawarkan untuk transit saja," kata Ketua DPC Surabaya Dadik Risdaryanto saat dihubungi Rabu (27/3).

Dadik tidak memenuhi undangan tersebut lantaran memiliki beberapa urusan di DPC yang harus diselesaikan. Dia membantah bila ketua DPC diperintahkan meneken surat pernyataan memilih SBY pada KLB nanti.

Keinginan agar ketum Demokrat dijabat Susilo Bambang Yudhoyono menurutnya merupakan keinginan kader.  Berikut kutipan pesan pendek yang dikirim Opat kepada pimpinan DPC/DPD.

Asslmkm, slmt siang, DEMOKRAT JAYA ! SBY YES ! Kpd yth sdra ketua DPD/DPC, bagi yg transit di jakarta hari ini 26 maret km menyediakan HOTEL PUTRI DUYUNG ANCOL JKT& bagi yg masi sulit mendptkn tiket ke BALI kami bantu dg jaringan km dibandara JKT. Insyaallah Besok 27 maret kita bersm2 ke BALI. Dan bg yg 27/28 lgs ke BALI km menyediakan Hotel Transit sblm ke hotel panitia KLB 29 mart di HOTEL SANUR PARADISE. Wasslm ( opat MA )

Sementara Marzuki Alie telah membantah upaya mengumpulkan DPC itu sebagai manuver politik dirinya.

"Itu bukan timses, itu anak angkat saya, memfasilitas kader yang akan berangkat ke Bali yang kesulitan tiket terpaksa harus transit," kata dia saat dihubungi wartawan tadi siang.

Rencana itu menurutnya telah dikordi nasikan dengan Sekjen Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono.

"Demikian juga di Bali, tidak mungkin datang bersamaan tanggal 29, maka saya menyiapkan tempat transit 27 dan 28. Semua rencana itu koordinasi dengan Pak Opat dan mas Ibas," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA