Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Menteri KKP Minta Sektor Pendidikan Dorong Industrialisasi

Rabu 27 Mar 2013 12:47 WIB

Red: Taufik Rachman

Sharif Cicip Sutardjo

Sharif Cicip Sutardjo

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo menginginkan agar sektor pendidikan dan kalangan akademisi dapat mendukung industrialisasi di sektor kelautan dan perikanan.

"KKP melaksanakan kebijakan percepatan industrialisasi kelautan dan perikanan untuk meningkatkan produktivitas serta nilai tambah produk kelautan dan perikanan, sekaligus meningkatkan daya saing yang berbasis pada iptek," katanya dalam acara penandatanganan kesepakatan bersama antara KKP dengan Yayasan Daya Sejahtera Mandiri dan Universitas Trilogi Jakarta, Rabu.

Kesepakatan bersama tersebut menyangkut tentang Pengembangan Ekonomi Biru melalui Pendidikan, Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat antara lain meliputi pendidikan, penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengabdian kepada masyarakat di bidang kelautan dan perikanan.

Sebelumnya, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menyatakan, industrialisasi kelautan dan perikanan yang dilontarkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo tidak menyelesaikan persoalan yang dihadapi para nelayan. "Industrialisasi perikanan tidak menyelesaikan persoalan sesungguhnya," ucap Sekjen Kiara Abdul Halim.

Ia memaparkan, nelayan pada saat ini masih dihadapkan pada empat persoalan dasar yaitu praproduksi, produksi, pengolahan dan pemasaran.

Ia menjelaskan, persoalan praproduksi adalah nelayan yang kian sulit mengakses laut akibat reklamasi pantai dan konversi mangrove, sedangkan permasalahan produksi bagi nelayan adalah modal melaut terbatas, BBM sulit diperoleh, serta tidak ada perlindungan jiwa dan kesehatan.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA