Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Maduro Minta Obama Setop Upaya Bunuh Pemimpin Oposisi Venezuela

Senin 18 Mar 2013 08:42 WIB

Red: Djibril Muhammad

Venezuela's Vice President Nicolas Maduro delivers the state of nation address to national assembly in Caracas January 15, 2013.

Venezuela's Vice President Nicolas Maduro delivers the state of nation address to national assembly in Caracas January 15, 2013.

Foto: Reuters/Carlos Garcia Rawlins

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Pejabat Presiden Venezuela Nicolas Maduro Minggu mendesak Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk menghentikan dugaan persekongkolan untuk membunuh pemimpin oposisi Henrique Capriles menjelang pemilihan presiden 14 April.

Capriles, yang mengalahkan Chavez pada Oktober, mencalonkan diri dalam pemilu mendatang melawan Maduro, penerus pilihan Chavez.

Maduro mengatakan kepada stasiun televisi swasta Televen bahwa persekongkolan yang dirancang AS itu bertujuan untuk "menyalahkan pemerintah" guna menyerang dan "menciptakan kekacauan di Venezuela," yang terguncang awal bulan ini karena kematian presiden lama yang musuh US, Hugo Chavez, setelah berjuang dua tahun melawan kanker.

Dia menuduh CIA dan Pentagon, serta mantan diplomat AS Roger Noriega dan Otto Reich, yang juga menjabat sebagai duta besar AS untuk Venezuela, merencanakan pembunuhan itu.

Maduro juga mengatakan kelompok oposisi terlibat, dan bersumpah pemerintahnya akan memberikan "perlindungan bagi semua calon presiden," dan khususnya Capriles.

Tetapi Capriles, gubernur negara bagian Miranda, menulis dalam Twitter dan mengatakan Maduro akan menjadi penyebab "apa pun yang akan terjadi."

Washington dan Caracas telah memiliki hubungan diplomatik tegang sejak Chavez pertama berkuasa pada tahun 1999. Mereka tidak memiliki duta besar di masing-masing ibu kota negara sejak 2010.

Venezuela menuduh Amerika Serikat pada sejumlah kesempatan menjadi biang di balik persekongkolan untuk menggulingkan atau membunuh Chavez, dan mencoba untuk mengacaukan pemerintahannya.

sumber : Antara/ AFP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA