Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Lomba Guru Menulis Artikel

Belajar Sejarah dengan Mengubah Lirik Lagu

Sabtu 16 Mar 2013 11:19 WIB

Red: M Irwan Ariefyanto

Tangga Lagu

Tangga Lagu

Foto: IST

REPUBLIKA.CO.ID,Oleh: Suhermi Widiastuti

Sebagai seorang guru sejarah rasanya sudah sangat biasa jika pelajaran ini dianggap sebagai pelajaran yang membosankan karena rata-rata siswa kurang menyukai mata pelajaran ini.

Pelajaran Sejarah terkesan pelajaran yang melulu menghafal tahun, tokoh dan peristiwa. Bahkan beberapa siswa membuat istilah bahwa pelajaran sejarah adalah pelajaran yang suka memgungkit masa lalu, meyebalkan juga ternyata jika kita pun sebagai guru “dipaksa” untuk melakukan hapalan-hapalan. Terlebih pelajaran tersebut mendapat jam akhir pelajaran, duh…..tersiksanya, baik untuk guru maupun siswanya.
    
Perlu ada terobosan yang bagus untuk bisa menghilangkan dogma bahwa pelajaran sejarah itu pelajaran yang menyebalkan. Banyak hal yang sudah dilakukan tentunya oleh guru-guru sejarah  dalam mengajar mata pelajaran ini, termasuk saya. Tahun pertama mengajar,  saya merasakan kesulitan dalam menyampaikan materi-materi pelajaran sejarah ketika dilakukan secara klasikal dan dalam bentuk ceramah.

Antusiasme siswa sangat kurang dan berimbas pada hasil akhir yang dicapai siswa dalam bentuk ulangan sangat tidak memuaskan. Kemudian terfikir oleh saya untuk menemukan cara menarik agar mengajar sejarah dengan menyenangkan. Aampai akhirnya saya menemukan metode yang menurut saya cukup berhasil dalam mengajak siswa untuk belajar sejarah dengan antusiasme yang tinggi, yaitu dengan metode menggubah lirik lagu yang isi lirik lagunya diambil dari materi pelajaran yang diajarkan pada bab tertentu. Lagu yang akan digubah bebas, terserah kepada siswa untuk menentukan sendiri, biasanya mereka mengambil lagu yang sedang hits sehingga tidak kesulitan dalam membawakannya didepan kelas.
     
Kelas memang sedikit gaduh tetapi siswa akan fokus dalam belajar, karena biasanya mereka meminta untuk menggunakan alat musik, dan biasanya alat musik terbanyak yang digunakan adalah gitar. Langkah awal yang dilakukan adalah siswa menentukan dulu lagu apa yang akan digubah, dan dipastikan hafal, kemudian mereka diwajibkan membaca materi pada bab yang diajarkan.

Dengan metode ini biasanya siswa lebih merasa senang dan tidak menganggap bahwa pelajaran sejarah itu sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan. Mereka akan dengan senang hati membaca buku pelajaran sejarah agar bisa menggubah lirik lagu dengan sebaik-baiknya. Karena penilaian dalam metode ini adalah ketepatan lirik lagu dengan materi dan ketepatan nada dengan nada lagu aslinya. Sehingga pada saat dinyanyikan akan lebih enak didengar. Pada akhir dari pembelajaran sesudah masing-masing membawakan lagunya adalah membuat resume materi yang dipelajari. Ini juga bisa dijadikan penilaian untuk melihat apakah siswa benar-benar memahami atau tidak isi dari materi yang diajarkan.

Kelemahan metode ini adalah memakan waktu yang cukup lama karena siswa diminta untuk melakukan perforamance didepan kelas terhadap karyanya, tetapi bisa disiasati dengan menugaskannya secara berkelompok tetapi maksimal jumlah kelompok 3 orang siswa untuk meminimalisir saling mengandalkan dan tidak mau bekerja sama.

Penulis: Guru IPS Terpadu SMP IT Ar Raudhah Tambun Selatan

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA