Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

DPRD Bekasi Bantah Ada Kajian Pembangunan SMAN 18 Bekasi

Sabtu 09 Mar 2013 20:55 WIB

Rep: Dessy Saputri / Red: M Irwan Ariefyanto

Sekolah ambruk, ilustrasi

Sekolah ambruk, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,BEKASI TIMUR -- Rencana pembangunan gedung Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 18 Bekasi di Jalan KH Agus Salim, Bekasi Jaya, belum sepenuhnya disetujui DPRD Bekasi.

Ketua Komisi D DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, mengatakan kajian pembangunan gedung sekolah tersebut tidak matang.  "Kajiannya mentah dan tidak matang lalu apa yang didukung," katanya kepada wartawan di gedung dewan, Sabtu (9/3).

Menurutnya, pembangunan gedung sekolah baru tersebut harus mempunyai kajian. Sehingga, sekolah dapat menerima siswa setelah mempunyai gedung.

Ia mengatakan, untuk pembangunan infrastruktur gedung sekolah, disediakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar 500 miliar. Namun, ia menyarankan pihak Dinas Pendidikan Kota Bekasi agar menuntaskan pembangunan gedung sekolah yang sebelumnya sudah dibangun.  "Ya anggaran harus dikaji matang untuk sekolah baru. Unit sekolah baru itu prematur. Banyak sekolah baru yang belum tuntas RKB-nya muncul lagi sekolah baru," katanya.

Sardi menghimbau agar pihak Dinas Pendidikan menunda pembangunan gedung sekolah baru sebelum menuntaskan pembangunan gedung di sekolah baru yang telah dilakukan.

Sebelumnya, ratusan siswa SMAN 18 terpaksa harus belajar bergantian di gedung SDN 3 Bekasi. Pasalnya, sekolah tersebut tidak mempunyai gedung untuk kegiatan belajar mengajar.

Para siswa tersebut terpaksa harus belajar mulai pukul 12.30 - 17.30 WIB. Sekolah yang dibangun sejak 2011 tersebut memiliki sekitar 200 siswa yang belajar di lima ruangan kelas di SDN 3 Bekasi. Tiga ruang kelas digunakan oleh siswa kelas satu, dan dua ruang kelas digunakan oleh siswa kelas dua.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA