Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Penjualan Listrik PLN Ditarget Naik 10 Persen

Kamis 28 Feb 2013 14:51 WIB

Rep: Friska Yolandha/ Red: Nidia Zuraya

Dirut PLN Nur Pamudji

Dirut PLN Nur Pamudji

Foto: Republika/Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan pertumbuhan penjualan listrik sebesar 10 persen pada tahun ini. Dengan pertumbuhan tersebut, PLN menargetkan bisa membukukan penjualan hingga 191 terrawatt-hour.

Sedangkan untuk revenue (pendapatan) ditargetkan tumbuh sebesar 13 persen. Hal ini akan didorong oleh kenaikan tarif dasar listrik yang mencapai 15 persen di akhir tahun.

Sementara pertumbuhan rasio elektrifikasi pada tahun ini ditargetkan sebesar dua persen. Tahun 2012 lalu rasio elektrifikasi PLN mencapai 75 persen.  "Tahun ini ditargetkan 78 persen," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji di Jakarta, Kamis (28/2).

PLN juga akan meluncurkan produk baru yang merupakan tambahan layanan dari produk pembayaran listrik prabayar. PLN memberikan tambahan fasilitas bagi pelanggan PLN, khususnya perusahaan yang bergerak di bidang iklan dan BTS.

Selama ini listrik prabayar harus diisi ulang dengan memasukkan kode di meteran. Hal ini dinilai menyulitkan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang periklanan dan BTS. Oleh karena itu PLN memberikan fasilitas tambahan sehingga pengisian ulang dapat dilakukan tanpa kontak langsung dengan meteran. "Jadi ketika mengisi ulang di ATM bisa langsung terisi," kata Nur.

Layanan yang rencananya akan diluncurkan pertengahan tahun ini, lanjut Nur, belum ditujukan bagi pelangggan rumah tangga. Pasalnya meteran listrik di pelanggan rumah tangga masih memungkinkan untuk diakukan pengisian manual. Selain itu untuk mendapatkan layanan ini pelanggan harus memasang tipe meteran yang berbeda.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA