Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Ulama Saudi Ini Bela Alqaidah dan Usamah bin Ladin

Jumat 08 Feb 2013 19:54 WIB

Rep: Hannan Putra/ Red: Hazliansyah

Usamah bin Laden

Usamah bin Laden

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, -- Arab Saudi yang terkenal dengan manhaj Wahabi-nya selalu mengecam gerakan Alqaidah yang diklaim sebagai dalang terorisme. Namun, seorang ulama yang cukup berpengaruh di Saudi, Mohamed Al-Arifi menyatakan pembelaannya terhadap Usamah bin Laden dan Alqaidah.

Ulama yang menjadi profesor di Universitas King Su’ud tersebut menyatakan, Usamah hanyalah korban pembunuhan karakter. Demikian juga berita-berita negatif tentang Alqaidah yang menurutnya tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kesahihannya.

"Terkait berita negatif tentang Alqaidah sangat tidak benar. Kenyataannya, anggota Alqaidah tidak terbukti menuduh umat Muslim lainnya (yang diluar pemahaman keislamannya) sebagai orang yang telah murtad (kafir). Mereka (Alqaidah) juga tidak mentolerir pertumpahan darah sesama umat Islam," jelas Arifi seperti dilaporkan situs berbahasa Arab, al-arabiya, Jumat (8/2).

Sekalipun Arifi mengaku tidak terlibat sama sekali dengan perjuangan Alqaidah, namun ia menyatakan sikapnya yang pro kepada Alqaidah.

"Saya bukan bagian dari Alqaidah dan saya tidak mengadopsi pemikiran mereka. Saya hanya memberikan kesaksian sebagaimana firman Allah, ‘Dan bila engkau diminta bersaksi, maka bersaksilah dengan adil,"katanya.

Arifi memang sering mengeluarkan fatwa yang terbilang ‘nyentrik’ untuk kalangan Timur Tengah. Baru-baru ini ia juga  mengeluarkan fatwa tentang pelarangan bagi gadis Saudi mengenakkan pakaian terbuka, sekalipun dihadapan orang tua mereka.

Arifi juga pernah mengeluarkan pernyataan di Twitter yang menyerukan orangtua untuk menghentikan anak-anak mereka menonton kartun dan konten pada MBC3, saluran anak anak di Timur Tengah karena dianggap tidak mendidik. Menurutnya, tontonan tersebut memperlihatkan adegan yang penuh dengan ide-ide ateisme dan korupsi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA