Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Suriah Ancam Israel

Senin 04 Feb 2013 18:07 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Dewi Mardiani

Pesawat tempur militer Israel.

Pesawat tempur militer Israel.

Foto: defenseindustrydaily.com

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Ketegangan Israel dan Suriah kembali terbuka. Presiden Suriah, Bashar al-Assad, mengatakan Otoritas Yahudi di Tel Aviv mencari gara-gara dengan mengirimkan jet tempur masuk ke wilayahnya.

Assad mengatakan serangan jet tempur zionis beberapa waktu lalu adalah agresi dan ajakan perang. ''Kami sanggup menghadapi ancaman ini,'' kata Assad, saat menjamu Sekretaris Keamanan Iran, Saeed Jalili, di ibu kota, Damaskus, Ahad (3/2).

Satu skuadron jet tempur Israel nekat menyeberang ke perbatasan Suriah, Rabu (30/1). Burung besi pembunuh itu menghantam perkampungan di Jamraya. Dua warga tewas dalam insiden dini hari waktu setempat itu. Sedangkan lima lainnya terluka parah.

Israel mengatakan serangan tersebut adalah keharusan dan pembelaan diri dari ancaman. Negara Yahudi itu menyinyalir adanya konvoi militer Suriah menuju Lebanon. Rombongan itu, menurut laporan Aljazirah, mengangkut persenjataan berat di dekat dataran Tinggi Golan. Israel curiga konvoi adalah kegiatan transfer persenjataan canggih milik rezim ke tangan Hizbullah.

Konvoi tersebut dikatakan membawa rudal SA-17 buatan Rusia. Rudal canggih itu semula barang hibah dari Moskow untuk rezim di Damaskus.

Posisi Assad yang mulai lemah lantaran perang sipil, membuat rezim 12 tahun itu mengalihkan sistem persenjataannya ke Faksi Syiah di Lebanon. Transfer persenjataan diduga untuk mengimbangi kekuatan persenjataan Israel.

Alasan tersebut dimentahkan Assad. Kata dia, serangan sepihak itu menargetkan Pusat Penelitian Militer Suriah. Sebanyak 12 unit pesawat itu juga melepaskan peluru kendali di Perkampungan Nabi Chat. Target sasaran adalah wilayah yang saling diperebutkan antara rezim dan pemberontak. Assad meyakini, serangan tersebut adalah untuk memperkeruh situasi sekaligus membantu kelompok pemberontak.

Rusia mengecam serangan tersebut. Kremlin meminta Israel tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Suriah. Kementerian Luar Negeri di Moskow mengatakan serangan terhadap negara berdaulat adalah pelanggaran hukum internasional. Kegeraman juga dinyatakan Hizbullah. Fraksi Syiah di Lebanon ini mengatakan siap membantu Suriah untuk membalas setiap agresi militer zionis Israel.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA