Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Hillary Resmi Mundur Sebagai Menlu AS

Sabtu 02 Feb 2013 19:03 WIB

Red: Taufik Rachman

US Secreatry of State Hillary Clinton (file photo)

US Secreatry of State Hillary Clinton (file photo)

Foto: AP/Manuel Balce Ceneta

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Hillary Clinton pada Jumat waktu setempat secara resmi mengundurkan diri sebagai menteri luar negeri Amerika Serikat ke-67, mengakhiri empat tahun masa jabatannya.

"Terima kasih," kata Hillary dalam sambutan perpisahannya di lobi gedung Departemen Luar Negeri AS. "Saya berdiri di sini memandang kalian semua, orang-orang yang saya hormati karena telah bekerja sama dalam empat tahun terakhir. Sebuah pengalaman yang luar biasa bersama kalian."

Sejak memangku jabatan pada Januari 2009, Hillary telah mengunjungi 112 negara atau sejauh 950.000 mil yang membuatnya menjadi menteri tersibuk mengunjungi berbagai tempat dalam sejarah AS.

Namun dia meninggalkan aib saat terjadi serangan mematikan di Konsulat AS Benghazi, Libya. Duta Besar AS Christoper Stevens dan tiga orang Amerika lainnya tewas dalam insiden itu.
Pascaserangan itu banyak pihak melancarkan kritikan atas pengamanan di Kedutaan Besar AS di negara itu.

Dalam sambutannya, Hillary mengakui bahwa orang Amerika hidup dalam bahaya merujuk pada serangan Kedutaan AS di Ankara, Turki, Jumat waktu setempat.

"Saya sangat bangga menjadi menteri luar negeri. Saya akan merindukan Anda semua," katanya kepada staf departemen luar negeri yang hadir. "Secara pribadi, saya berharap anda ke arah yang lebih baik lagi."

Seusai memberi sambutan, Hillary meninggalkan lobi gedung Deplu AS masuk ke mobil limosin biru tua.

Senator dari Partai Demokrat John Kerry telah dilantik sebagai Menteri Luar Negeri AS dalam sebuah upacara pribadi pada Jumat, tak lama setelah Hillary mundur.

Deplu AS akan mengadakan upacara penyambutan John Kerry pada hari Senin.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA