Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

XL Axiata Catat Pertumbuhan Pendapatan 15 Persen

Sabtu 02 Feb 2013 15:17 WIB

Red: Taufik Rachman

Pelanggan XL tengah menikmati layanan internet

Pelanggan XL tengah menikmati layanan internet

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 15 persen menjadi Rp21,3 triliun pada 2012 dibandingkan dengan penerimaan pada tahun sebelumnya sebesar Rp 18,47 triliun.

Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi dalam siaran pers di Jakarta, Jumat, memaparkan bahwa pencapaian pertumbuhan pendapatan perusahaan didorong oleh pertumbuhan pada layanan data yang mencapai 50 persen pada tahun 2012, diikuti pertumbuhan layanan pesan singkat (SMS) sebesar 16 persen dan layanan "Voice" 6 persen.

Meningkatnya penggunaan layanan data oleh pelanggan mencerminkan besarnya potensi bisnis layanan data, dan perusahaan dalam posisi yang baik untuk bisa terus memanfaatkan momentum pertumbuhan layanan data saat ini maupun pada masa mendatang, ujar dia.

Ia mengatakan bahwa layanan data merupakan segmen dengan pertumbuhan yang paling cepat. Kontribusi layanan data terhadap pendapatan perusahaan juga mengalami peningkatan dari 15 persen pada tahun 2011 menjadi 20 persen pada tahun 2012. Disertai pula dengan tingkat besaran penggunaan layanan hingga lebih dari dua kali lipat.

Pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meraih semua pencapaian tersebut melalui aksi investasi strategis di bisnis layanan data, termasuk membangun lebih dari 11 ribu BTS baru sepanjang tahun 2012.

Sepanjang tahun 2012, EXCL telah menginvestasikan dananya sebesar Rp10,2 triliun. XL juga telah mendapatkan pinjaman baru dari BCA, BTMU dan Mandiri pada tahun 2012 sebesar Rp6,5 triliun, dan juga melakukan pembayaran utang sebesar Rp 3,9 triliun.

Dengan demikian, dikatakan Hasnul, maka total utang yang dimiliki perseroan meningkat menjadi Rp13,5 triliun dari utang tahun lalu sebesar Rp 10,7 triliun.

Sementara, tercatat laba diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan mengalami penurunan sebesar 2 persen menjadi Rp 2,74 triliun pada tahun 2012, dari periode 2011 sebesar Rp2,83 triliun.

sumber : antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA