Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Masyarakat Diminta Selektif Konsumsi Makanan Olahan

Sabtu 26 Jan 2013 08:53 WIB

Rep: Andi Ikhbal/ Red: Didi Purwadi

Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang melakukan pemeriksaan makanan di sebuah supermarket. (ilustrasi)

Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang melakukan pemeriksaan makanan di sebuah supermarket. (ilustrasi)

Foto: Antara/Asep Fathulrahman

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Balai Besar Pengawasan Obat Makanan (BB POM) meminta masyarakat selektif mengkonsumsi makanan olahan. Sebab, kandungan gizi produk tersebut dinilai tidak memenuhi asupan yang dibutuhkan tubuh.

Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen BB POM DIY, Dwi Fitri Hatmoko, mengatakan sebagian besar makanan olahan siap saji hanya mengandung lemak dan karbohidrat. Meskipun pihaknya sudah melakukan evaluasi terkait keamanan dan mutu makanan, bukan berarti bisa menjadi rekomendasi masyarakat.

“Justu, mereka harus bisa memilih dengan benar dengan meilhat tabel indikasi gizinya,” kata Hatmoko pada Republika.

Karena itu, dia menyatakan POM menuntut produsen makanan membuat label indikasi kandungan gizi makanan. Hal ini agar masyarakat tidak merasa dirugikan. Namun, di lapangan, acuan itu kurang diperhatikan.

Sehingga, menurutnya, wajar bila banyak keluhan dari masyarakat tentang produk makanan olahan tersebut. Karena, mereka kurang memperhitungkan pola konsumsinya. Tanpa memilih kandungan gizi yang sesuai, masyarakat menjadikan makanan tersebut sebagai pangan utama kesehariannya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA