Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Bakal Ada Pertarungan 2 Kekuatan Politik di 2014

Rabu 23 Jan 2013 23:53 WIB

Red: Dewi Mardiani

Partai Islam

Partai Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertarungan politik 2014 akan terbagi menjadi dua kekuatan ideologi dan platform. Menurut pakar politik, Bahtiar Effendy, kekuatan politiknya, yaitu partai-partai nasionalis dan partai-partai Islam.

"Konstelasi politik 2014 diperkirakan akan rumit dan berat bagi semua partai. Dari sisi ideologi dan platform, ada dua kekuatan politik yang bertarung, yaitu partai-partai nasionalis dan partai-partai Islam," kata Bahtiar Effendy saat dihubungi di Jakarta, Rabu (23/1).

Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan enam partai nasionalis itu adalah Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Hanura dan Partai Nasdem. Sedangkan partai-partai Islam adalah PPP, PKS, PKB, dan PAN.

Menurut dia, pertarungan di lingkaran partai nasionalis akan mengerucut pada partai-partai menengah, sementara partai-partai besar seperti Partai Golkar, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat akan lebih berupaya mempertahankan posisinya selama ini.

"Karena itu, partai-partai menengah harus bekerja keras agar bisa meraih suara signifikan pada pemilu nanti untuk mengalahkan partai-partai besar," ujarnya.

Sementara itu, pertarungan yang lebih keras akan terjadi di antara partai-partai Islam. Apalagi, setiap partai Islam sudah memiliki basis massa sendiri. "Dari keempat partai Islam itu, saya melihat PKS, PPP dan PKB sudah memiliki basis massa sendiri yang jelas. Hanya PAN yang saya lihat basis massanya masih abu-abu dan mengambang," tuturnya.

Dia menilai PAN yang semula tulang punggung konstituennya adalah massa Muhammadiyah, mulai ditinggalkan oleh massa organisasi masyarakat itu. Hal itu, kata dia, karena PAN tidak merawat dengan baik basis massanya, apalagi ada pernyataan petinggi partai itu bahwa PAN menanggalkan identitas Islam.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA