Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Apa Penyebab Sakit Kuning pada Bayi? (2)

Ahad 06 Jan 2013 06:36 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Fernan Rahadi

Ibu dan bayi/ilustrasi.

Ibu dan bayi/ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Jaundice atau sakit kuning merupakan kejadian umum pada bayi yang baru lahir. Ini mempengaruhi 60 persen dari semua kasus bayi yang baru lahir.

Berikut adalah beberapa hal tentang jaundice pada bayi yang perlu anda ketahui. Informasi berikut dikutip dari SymptomFind, berdasarkan keterangan Mayo Clinic Amerika, dikutip Ahad (6/1).

Ada beberapa faktor risiko yang terkait dengan penyakit kuning, termasuk prematuritas dan menyusui.

1. Bayi prematur cenderung menghilangkan Bilirubin dalam tubuh mereka karena hati mereka mungkin kurang matang dari bayi normal yang baru lahir.

2. Prematur juga bisa menyebabkan bayi memiliki penyakit kuning. Biasanya gejalanya, bayi jarang buang air besar. Pasalnya, Bilirubin dieliminasi dari tubuh melalui buang air besar. Jika anak jarang buang air besar maka Bilirubin akan menumpuk dalam darah sehingga menyebabkan penyakit kuning.

3. Meskipun dokter anak merekomendasikan pemberian air susu ibu (ASI) untuk bayi prematur, namun yang perlu menjadi perhatian utama adalah jika bayi tak mengambil cukup kalori dari ASI, atau tidak menyusui dengan benar, maka penyakit kuning tak akan berkembang.

4. Sekitar dua persen bayi yang disusui, jangka prematur dan penuh, mendapatkan penyakit kuning dari ibu mereka. Ini menyebabkan tingkat Bilirubin dalam darahnya meningkat.

Berikut adalah beberapa gejala mulai dari awal bayi terkena penyakit kuning. Pertama, warna kulit dan mata bayi awalnya berewarna kuning

Kedua, perubahan warna ini umumnya muncul pertama kali di kepala dan wajah. Berikutnya menyusul dada, kaki, dan lengan

Ketiga, biasanya, bayi yang sakit kuning akan tampak lesu, sakit, dan sering menangis. Hubungi dokter segera jika bayi anda menunjukkan gejala penyakit kuning.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA