Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Apa Penyebab Sakit Kuning pada Bayi? (1)

Ahad 06 Jan 2013 06:22 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Fernan Rahadi

Ibu dan bayi (ilustrasi).

Ibu dan bayi (ilustrasi).

Foto: Blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Jaundice atau sakit kuning merupakan kejadian umum pada bayi yang baru lahir. Ini mempengaruhi 60 persen dari semua kasus bayi yang baru lahir.

Bayi baru lahir yang memiliki penyakit kuning memiliki penampilan kekuningan pada kulit mereka. Kebanyakan bayi yang baru lahir memerlukan intervensi sederhana untuk penyakit kuningnya, sebagian lainnya membutuhkan pengobatan intensif.

Berikut adalah beberapa hal tentang jaundice pada bayi yang perlu anda ketahui. Informasi berikut dikutip dari SymptomFind, berdasarkan keterangan Mayo Clinic Amerika, dikutip Ahad (6/1).

Apa itu Jaundice?

Jaundice akibat penumpukan bilirubin dalam darah bayi yang baru lahir. Bilirubin adalah komponen pada sel darah merah. Jaundice terlihat teratur pada bayi yang baru lahir. Untuk bayi dengan penyakit kuning, kulit dan matanya yang seharusnya putih terlihat kuning.

Warna kuning ini normalnya muncul sehari hingga dua hari saja setelah lahir. Jika sudah parah, maka ia bisa muncul selama sepekan setelah lahir.

Jenis paling umum dari sakit kuning, secara fisiologis, disebabkan kelebihan bilirubin yang terakumulasi dalam darah. Jenis penyakit kuning dianggap normal untuk bayi yang baru lahir. Bilirubin adalah produk sampingan yang tersisa ketika sel darah merah dipecah. Bilirubin kemudian diproses hati dan diekskresikan ke dalam saluran usus.

Beberapa informasi yang perlu anda ketahui tentang Jaundice atau sakit kuning pada bayi adalah sebagai berikut:

1. Secara fisiologis, Jaundice bisa terjadi karena hati bayi belum cukup matang untuk bersaing dengan pengolahan Bilirubin. Ini sebabnya proses pembentukan warna merah dalam darah mereka tak sempurna, sehingga mata dan kulit bayi menjadi kuning.

2. Jaundice bisa disebabkan faktor lain, seperti ketidakcocokan golongan darah ABO atau Rh.

3. Jika bayi baru lahir dan sang ibu memiliki jenis darah berbeda dengan bayinya, maka pembentukan antibodi pada darah ibu sebaliknya akan menyerang darah bayi. Ini mengakibatkan sel darah merah pada bayi mengarah ke pengembangan penyakit kuning.

4. Penyebab lain penyakit kuning adalah infeksi darah, memar pada tubuh selama proses kelahiran, dan beberapa jenis gangguan pencernaan dan kerusakan hati.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA