Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Jaringan Perdagangan Anak Digerebek, 89 Anak Berhasil Diselamatkan

Selasa 25 Dec 2012 09:56 WIB

Red: Didi Purwadi

Human trafficking (ilustrasi).

Human trafficking (ilustrasi).

Foto: Blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, FUZHOU -- Polisi berhasil menyelamatkan 89 anak dan menangkap 355 tersangka setelah menggerebek sembilan jaringan penyelundup anak. Demikian kata Kementerian Keamanan Masyarakat pada Senin (24/12).

Petugas polisi dari sembilan wilayah tingkat provinsi, termasuk Fujian, Yunnan, Sichuan, Anhui dan Guangdong ikut dalam satu operasi gabungan mulai 18 Desember.

''Operasi digelar guna membongkar jaringan penyelundup,'' kata Chen Shiqu, Direktur Kantor Anti Penyelundupan di Divisi Penyelidikan Kriminal kementerian itu.

Anak-anak tersebut kini dirawat di rumah perawatan. Polisi akan mencari orang tua mereka.

"Kami akan mengumpulkan DNA anak itu dan menggunakannya untuk menemukan orang tua mereka di dalam bank data DNA nasional. Bank yang didirikan bagi tujuan anti-penyelundupan," kata Chen.

Penyelundupan manusia adalah masalah serius di Cina. Bayi, terutama lelaki, dijual kepada pasangan yang tak bisa memiliki anak.

''Wang Xizhang, Wakil Kepala Divisi Penyelidikan Pidana di Departemen Keamanan Masyarakat Provinsi Fujian, mengatakan keuntungan besar juga telah mengakibatkan maraknya penyelundupan anak,'' demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa.

Wang mengatakan seorang bayi lelaki sehat dihargai 30.000 yuan (4.810 dolar AS) di provinsi yang dilanda kemiskinan seperti Yunnan. Sementara, harganya bisa mencapai 70.000 sampai 90.000 yuan di provinsi yang lebih sehat seperti Fujian dan Guangdong.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA