Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Indobarometer: Foke Terpopuler, Jokowi Raising Star

Rabu 23 May 2012 16:19 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Djibril Muhammad

Muhammad Qodari

Muhammad Qodari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Lembaga Survei Indobarometer mengumumkan hasil surveinya terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Hasil dari Indobarometer mengungkapkan bahwa pasangan incumbent dari nomor urut 1, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) masih menjadi terpopuler di kalangan warga Jakarta. Sementara pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama (Jokowi-Ahok) akan menjadi Raising Star.

Direktur Eksekutif Indobarometer M. Qodari mengatakan, hal tersebut menunjukkan tingkat kepopuleran incumbent masih sangat tinggi bila dibanding lima calon lain. "Foke mendapat tingkat popularitas yang sangat tinggi bahkan mencapai 100 persen responden," ujar Qodari ketika menyampaikan paparan hasil survei di Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (23/5).

Sedangkan untuk urutan kedua Jokowi 83 persen, disusul Hidayat 75 persen, Alex Noerdin 69,8 persen, Hendardji 46,1 persen dan Faisal Basri Batubara 44,8 persen.

Indobarometer, jelas Qodari, juga mencatat apabila Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta dilakukan hingga akhir Mei 2012 ini maka, keterpilihan Foke-Nara masih sangat besar yaitu mencapai 49,8 persen dibanding calon lain. Sedangkan lima calon gubernur (cagub) lain seperti Jokowi mendapat 16,4 persen, Alex Noerdin 5,7 persen, M. Hidayat Nur Wahid 4,5 persen, Faisal Basri Batubara 2,3 persen dan Hendardji 0,2 persen.

Qodari mengakui belum ada penantang yang kuat melawan incumbent. Walau demikian ia mengakui bahwa pasangan Jokowi-Ahok menjadi The Raising Star di urutan kedua dengan 16,4 pemilih. "Yang perlu diwaspadai oleh Incumbent adalah the raising star ini," ungkap Qodari.

Walau demikian, Qodari melihat belum ada penantang kuat incumbent, termasuk dari pasangan dari Jokowi-Ahok. Namun Qodari juga mengingatkan kepada pasangan incumbent bahwa keterpilihan di bawah 50 persen ini sangat riskan untuk menjadi dua putaran.

Apabila hasil ini terus turun dan mencapai 30 hingga 20 persen maka posisi incumbent akan terancam. "Jadi semua itu tergantung agresifitas penantang jelang 11 Juli mendatang," ujarnya.

Melihat data tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait mengatakan hasil survei ini akan menjadi catatan bagi tim Jokowi-Ahok untuk mengoptimalkan mesin Partai yang ternyata dari data survei indobarometer 30 persen kader PDIP masih memilih incumbent sebagai pilihannya.

Namun demikian walau Jokowi-Ahok menjadi Raising Star tapi, Maruarar Optimis, Jokowi akan memenangkan incumbent dalam satu kali putaran. "Selama tidak terjadi kecurangan dengan melibatkan birokrasi daerah dan adanya netralitas dari penyelenggara Pilkada, KPUD dan Panwaslu," ujar pria yang akrab dipanggil Bung Ara ini.

Survei Indobarometer ini mengambil sampel 440 responden dari enam wilayah di Provinsi DKI Jakarta. Margin of Error sebesar 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan sejak tanggal 15 hingga 20 Mei 2012. Dengan teknik pengumpulan data adalah wawancara tatap muka responden dengan menggunakan kuesioner.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA