Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

FPKS Desak Seremonial Hari AIDS Dihapus

Selasa 04 Dec 2012 16:13 WIB

Red: Indah Wulandari

Kampanye AIDS

Kampanye AIDS

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kasus HIV/AIDS meningkat tiap tahun, peringatan Hari AIDS sedunia setiap 1 Desember di Indonesia didesak ditiadakan.

”Setiap tahun kita memperingati hal tersebut. Namun hasilnya apa? Justru penyebaran HIV/AIDS semakin tidak bisa dibendung. Pemerintah harus serius dong, bukan sekadar perayaan saja,”ungkap anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS Ansory Siregar, Selasa (4/12).

Data Triwulan II Kementerian Kesehatan (April-Juni 2012) menyebutkan, ada 3.892 kasus baru HIV dan 1.673 kasus baru AIDS. Untuk persentase faktor risiko HIV tertinggi terjadi pada hubungan seks tidak aman pada heteroseksual sebesar 50%. Sedangkan faktor risiko AIDS tertinggi juga pada hubungan seks tidak aman pada heteroseksual dengan persentase 84,5%.

Jumlah penderita HIV/AIDS hingga periode tahun 2012 ini, sebanyak 141 orang penderita HIV dan penderita AIDS sebanyak tujuh orang.

”Pola penanganan yang efektif dalam penanganan HIV dan AIDS bukan melalui sosialisasi kondom dan seremonial. Seharusnya sarana preventif dan promotif yang digencarkan, dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat di masing-masing tempat tinggal,”tegas Ansory.

Tercatat pula beberapa daerah yang kejadian luar biasa HIV/AIDS yakni di Kabupaten Tanbu Kalsel. Di Batam Kepri, pada 2012 penderita HIV naik menjadi 423 kasus, dan yang positif AIDS mencapai 254 orang. Lalu di Provinsi Maluku jumlah penderita HIV/AIDS hingga November 2012 mencapai 1.728 orang, yang menyebar hampir merata di 11 kabupaten/kota.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA