Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

CCTV Restoran Rekam Detik-detik Ledakan Bom Beirut

Selasa 23 Oct 2012 06:23 WIB

Red: Hazliansyah

 Tentara dan petugas penyelamat Lebanon beserta warga berkumpul di dekat lokasi pengeboman yang menewaskan delapan orang yang satu diantaranya adalah Kepala Departemen Penerangan Pasukan Keamanan Dalam Negeri Lebanon, Wissam El Hassan, Jumat (19/10).

Tentara dan petugas penyelamat Lebanon beserta warga berkumpul di dekat lokasi pengeboman yang menewaskan delapan orang yang satu diantaranya adalah Kepala Departemen Penerangan Pasukan Keamanan Dalam Negeri Lebanon, Wissam El Hassan, Jumat (19/10).

Foto: AP Photo

REPUBLIKA.CO.ID, -- Sebuah kamera CCTV yang terpasang di satu restoran berhasil merekam detik-detik ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon, (19/10) silam. Dalam peristiwa itu, Kepala Intelijen Angkatan Bersenjata Lebanon, Jasal Al Hassan tewas.

Dalam rekaman terlihat, pintu kaca restoran yang terletak di distrik Ashrafieh luluh lantah akibat kuatnya ledakan.

Pecahan kaca menghujani seorang pria yang kemudian menjatuhkan diri ke tanah sebagai bentuk perlindungan. Setelah itu, ia bersama sejumlah pelanggan dan pelayan restoran langsung meninggalkan lokasi, dikutip dari al-arabiya, Selasa (23/10).

Dalam video juga terpampang tanggal dan waktu ledakan, yakni pada Jumat 19 Oktober 2012 pukul 13:53:23 waktu Beirut.

Liga Arab mengutuk peristiwa yang menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai setidaknya 85 orang.

Banil al-Arabi, Sekretaris Jenderal Liga Arab mengutuk aksi pemboman yang juga menewaskan Kepala Departemen Penerangan Pasukan Keamanan Dalam Negeri Lebanon, Wissam El Hassan.

"Ada tangan jahat yang berusaha mengutak-atik keamanan dan kestabilan Lebanon, mendorong negeri itu ke arah kemerosotan keamanan serta perpecahan politik di tengah krisis Suriah dan situasi tegang di wilayah tersebut," kata al-Arabi.

Lihat video klik di sini

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA