Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Indonesia-Malaysia Sepakat Kendalikan Harga CPO

Jumat 12 Oct 2012 16:59 WIB

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Dewi Mardiani

Buah Kelapa Sawit dan minyak yang dihasilkan (ilustrasi)

Buah Kelapa Sawit dan minyak yang dihasilkan (ilustrasi)

Foto: INHABITAT.COM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia dan Malaysia sepakat untuk mengendalikan harga CPO. Hingga akhir tahun, permintaan CPO diperkirakan akan menurun. Datangnya musim dingin menjadi salah satu penyebab menurunnya permintaan CPO. Minyak sawit akan membeku di musim dingin.

Selain itu, Cina sudah membeli kedelai dalam jumlah yang banyak untuk diolah sebagai minyak goreng. Substitusi minyak kedelai akan menurunkan permintaan CPO. Hasil panen kedelai di Brazil dan Argentina tidak seburuk yang diperkirakan pasar sehingga membuat harga menjadi turun.

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, mengatakan Indonesia dan Malaysia sebagai negara penghasil sawit terbesar di dunia akan mengelola suplai ekspor agar harga CPO bisa terangkat. Malaysia sedang dalam proses pembahasan di kabinet mengenai mekanisme pengurangan suplai ini. Kemungkinan mereka akan mengubah kebijakan mengenai Bea Keluar.

“Prinsipnya sepakat menerapkan suplai manajemen skim, artinya pasokan ekspor kita kelola dengan mekanismenya diserahkan kepada masing-masing negara,” kata Bayu.

Indonesia, kata Bayu kemungkinan akan melakukan skema yang hampir sama dengan rencana Malaysia. Malaysia akan melakukan peremajaan (replanting) 100 ribu lahan sawit atau sekitar 300 ribu ton CPO. Perusahaan besar di Indonesia juga dimungkinkan akan melakukan replanting. Bedanya, di Malaysia proses replanting dibiayai oleh negara, namun di Indonesia replanting murni dilakukan oleh pelaku usaha.

“Gapki (gabungan pengusaha kelapa sawit Indonesia) akan merealisasikan rencana replanting kita. Dan akan ada koreksi dari suplai,” kata dia.

Perkebunan besar yang akan melakukan replanting ini juga diarahkan agar bisa sustainable dan memenuhi ISPO. Pengurangan suplai CPO untuk ekspor juga diupayakan dengan menambah penggunaan CPO di dalam negeri untuk bahan bakar. PLN sedang dilobi untuk lebih banyak menggunakan CPO.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA