Saturday, 28 Sya'ban 1442 / 10 April 2021

Saturday, 28 Sya'ban 1442 / 10 April 2021

KPK Minta Presiden Turun Tangan

Selasa 02 Oct 2012 07:21 WIB

Rep: Muhammad Hafil/ Red: Hazliansyah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Foto: Republika/ Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), diminta turun tangan menyelesaikan polemik revisi Undang-Undang KPK yang telah digulirkan oleh DPR RI.

Permintaan itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas di kantornya, Senin (1/10) malam.

"Kami tetap mengharapkan ada kepedulian bapak presiden untuk kearifannya, ada langkah-langkah dalam waktu dekat ini yang bisa memberi langkah kemaslahatan rakyat," kata Busyro Muqoddas saat menggelar jumpa pers bersama sejumlah tokoh-tokoh lintas agama dan pimpinan KPK.

Menurut Busyro, campur tangan presiden  bisa memberikan andil besar agar polemik tersebut terselesaikan demi kebaikan bangsa dan negara.

Busyro pun menganggap anggota DPR yang tadinya gencar menyuarakan revisi UU KPK, namun kini balik badan menolak, merupakan cerminan perilaku bermuka dua. Padahal, KPK, kata Busyro, tengah bekerja keras memberantas korupsi yang saat ini cukup masif.

Seperti diketahui, DPR ingin merevisi UU KPK. Sejumlah kewenangan seperti penyadapan dan penuntutan akan dihilangkan dalam revisi tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA