Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

2.314 Warga Sumut Kena Gigit Hewan Rabies

Selasa 04 Sep 2012 22:29 WIB

Red: Didi Purwadi

Anjing rabies, ilustrasi

Anjing rabies, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN - Ada sebanyak 2.314 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) yang terjadi di 33 kabupaten/kota di Sumatra Utara sepanjang Januari hingga Agustus 2012.

Plt Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sumatra Utara, Sukarni, mengatakan Kabupaten Dairi menempati urutan tertinggi dengan 327 kasus gigitan anjing. Posisi berikutnya disusul Kota Medan (235 kasus) dan Tapanuli Utara (225 kasus).

Banyaknya kasus GHPR di tiga kabupaten/kota itu lebih disebabkan karena masih banyaknya hewan penular rabies seperti anjing liar yang berkeliaran dan tidak pernah disuntik vaksin rabies.

"Kemungkinan besar daerah itu masih banyak orang yang memelihara anjing,'' katanya. ''Itu ditambah lagi dengan banyaknya anjing liar yang berkeliaran."

Ia mengatakan rabies merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang sistem saraf pusat. Virus rabies yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan hewan itu akan berkembang di otot sekitar gigitan. Virus kemudian menyerang susunan syaraf tepi dan lalu bergerak ke otak.

Setelah sampai di otak, virus yang termasuk ke dalam famili Rhabdovirus dan genus Lyssa virus itu akan menyebar ke jaringan-jaringan lain secara cepat sehingga kebanyakan korban tak menyadarinya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA