Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Agar Anak Berbahagia di Masa Depan

Sabtu 08 Sep 2012 08:32 WIB

Rep: Nina Chairani/ Red: Endah Hapsari

Sayang anak/ilustrasi

Sayang anak/ilustrasi

Foto: chatterchimp.wordpress.com

REPUBLIKA.CO.ID, Keinginan agar anak selalu berbahagia adalah dambaan tiap orangtua. Namun, tentu saja, tak mudah untuk mencapainya. Perlu ada usaha tersendiri untuk mewujudkan itu. Berikut adalah tips agar kelak anak berbahagia:

Merasa dicintai

Keyakinan perasaan anak bahwa orang tua mereka di rumah sayang kepadanya, membuat jiwanya tenang. Ini menciptakan fondasi rasa aman dalam jiwanya. Yang tertanam, adalah perasaan bahwa dirinya bagian dari sebuah keluarga. Dampaknya ia merasa terlindungi. Lebih dari itu, mesti ditanamkan juga dalam benaknya bahwa dirinya bagian dari teman-teman di lingkungannya atau di sekolahnya. 

 

Biarkan mereka bermain

Lewat bermain, sang anak berlatih memecahkan problem-problemnya sendiri. Tanpa disadari, ia menciptakan skenario sendiri dan mendayagunakan kemampuan-kemampuan yang masih tersembunyi dalam dirinya. Buntutnya, sambung Hollewell, sang anak pun menemukan dimana bakatnya.

 

Terus berlatih

Tatkala anak menemukan dimana bakat yang disukainya, ia bakal terus mencoba. Di sini peran orang tua bermain. Mereka harus cepat menangkap apa yang disukai anaknya. Lalu, tugas orang tua adalah memberikan dorongan atau memfasilitasinya. Dari sini tercipta benih-benih kepandaian. 

 

Ciptakan satu kemampuan

Berangkat dari latihan yang terus menerus, anak mulai menunjukkan kekhasannya pada satu keahlian. Bidang apapun itu, mulai dari kemampuan membuat sangkar burung, menggambar, atau bermain piano, tidak jadi masalah. Yang penting kemampuan mereka diteguhkan oleh orang tuanya. Alhasil, timbul keyakinan dalam diri anak, bahwa dia mampu melakukan sesuatu. Perlahan, ini membangun harga diri dan kepercayaan diri. 

 

Beri pengakuan 

Ketika anak merasa yang dilakukannya direspon atau berpengaruh pada keluarganya, maka bulatlah keyakinan dalam dirinya. Terlebih jika pengakuan itu juga datang dari teman sekelasnya atau di timnya. Dukungan ini menjadikan anak yakin pada kemampuannya. Dampaknya, ia memiliki persepsi bagus tentang dirinya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA