Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Masjid Ibnu Tulun, Gaya Mesir Abad Pertengahan (5-habis)

Rabu 22 Aug 2012 22:59 WIB

Rep: Nidia Zuraya/ Red: Chairul Akhmad

 Masjid Ibnu Tulun di Kairo, Mesir.

Masjid Ibnu Tulun di Kairo, Mesir.

Foto: qualitybath.com

REPUBLIKA.CO.ID, Para sejarawan mengatakan, Ibnu Tulun adalah orang yang kuat dan keras. Perawakannya juga tinggi besar. Dia memerintah dan membuat suatu pertumbuhan serta stabilitas.

Pada awal menjadi gubernur, ia menangani konflik dengan Ahmad bin Al-Mudabbir, pengumpul pajak resmi dinasti Abbasiyah.

Konon, Ibnu Al-Mudabbir lebih senang melaporkan hasil pajak kepada khalifah di Baghdad dibandingkan kepada Ahmad Ibnu Tulun.

Merasa tidak dihormati, Ibnu Tulun mengambil tindakan. Akhirnya, ia berhasil menundukkan Ibn Al-Mudabbir. Setelah itu, pamornya langsung naik.

Pada masa kejayaannya, Ibnu Tulun berhasil memerintahkan pembuatan 100 kapal perang dan ratusan kapal kecil. Inilah salah satu pencapaian terbesar Ibnu Tulun. Ia mampu menguasai lautan.

Tak heran, jika kekuasaannya semakin kuat. Sampai-sampai, Ibnu Tulun tak lagi menyebut dirinya sebagai gubernur, melainkan sebagai pemegang kebijakan independen yang tak lagi memiliki kaitan hierarkis terhadap pemerintahan Abbasiyah.

Ia membangun dinasti sendiri Dinasti Tuluniyah di Mesir yang lepas dari pengaruh Dinasti Abbasiyah. Ia menunjukkan kekuasan yang dikendalikannya itu dengan memasang gambar wajahnya di mata uang, mengangkat pembantu (menteri), kepolisian, petugas bea dan cukai, dinas perdagangan, dan dinas intelijen.

Kendati kekuasaannya terbilang kecil, namun pada masa pemerintahan Dinasti Tuluniyah, wilayah Mesir mengalami kemajuan yang cukup pesat dalam berbagai bidang kehidupan. Di antara kemajuan yang dicapai pada masa ini adalah dalam bidang pertanian, perdagangan, industri, maupun pendidikan serta penelitian ilmiah.







BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA