Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Masjid Ibnu Tulun, Gaya Mesir Abad Pertengahan (4)

Rabu 22 Aug 2012 22:16 WIB

Rep: Nidia Zuraya/ Red: Chairul Akhmad

 Masjid Ibnu Tulun di Kairo, Mesir.

Masjid Ibnu Tulun di Kairo, Mesir.

Foto: qualitybath.com

Ibnu Tulun: Pendiri Dinasti Tuluniyah
Sesuai namanya, tentunya orang akan merujuk pada nama yang tertera sebagai pendirinya. Misalnya, Masjid Amr bin Ash, ia didirikan oleh Amr bin Ash.

Demikian juga dengan Masjid Ibnu Tulun, tentu dibangun oleh Ibnu Tulun. Tak salah memang, karena pendirinya bernama lengkap Ahmad bin Tulun.

Ia adalah Gubernur Mesir yang berkuasa pada 868 M. Jabatan itu diperolehnya dari penguasa Dinasti Abbasiyah. Sebelum menjadi Gubernur Mesir, Ibnu Tulun dikenal sebagai seorang panglima perang.
 
Ibnu Tulun adalah anak dari seorang budak berkebangsaan Turki bernama Tulun. Dalam bahasa Turki, tulun berarti kemunculan yang sempurna. Dia dilahirkan di Baghdad saat bulan Ramadhan 220 H/ September 835 M.

Namun beberapa lama setelah kelahirannya, sang ayah meninggal dunia. Setelah sekian lama meninggalnya sang ayah, ibunya kemudian dipersunting oleh Bagha Al-Ashghar, salah satu panglima militer Dinasti Abbasiyah yang berasal dari daerah Turki.

Namun, pernikahan ibunya dengan Bagha Al-Ashghar juga tak berlangsung lama, karena Bagha meninggal dunia.

Ibu Ahmad Ibnu Tulun kemudian menikah untuk ketiga kalinya dengan seorang pembesar militer bernama Bakbak (Bayik Bey). Ibnu Tulun tumbuh besar dalam tradisi Turki dan didikan militer ayah tirinya. Sejak itu, ia aktif dalam dunia militer.

Di saat Dinasti Abbasiyah diperintah oleh Khalifah Al-Mu'tamad, Ibnu Tulun ditunjuk sebagai Gubernur Mesir. Setelah menjadi penguasa Mesir, Ibnu Tulun segera membangun pasukan di bawah kekuasaannya sendiri. Selain memiliki tentara sendiri, ia juga berhasil menguasai keuangan wilayah Mesir.

Ibnu Tulun berkuasa di negeri Mesir selama 22 tahun. Wilayah kekuasaannya saat itu begitu luas meliputi wilayah Mesir hingga Alexandria. Meskipun demikian, dia tidak pernah menyatakan kemerdekaan secara penuh dari kekuasaan Kekhalifahan Abbasiyah saat memerintah Mesir.









BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA