Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Ada Apa Ya, Setelah Ditahan Neneng Bercadar

Selasa 19 Jun 2012 15:43 WIB

Rep: Muhammad Hafil/ Red: Taufik Rachman

Neneng Sri Wahyuni

Neneng Sri Wahyuni

Foto: Antara/M Agung Rajasa

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sejumlah wanita yang terindikasi terlibat kasus hukum, mendadak mengenakan atribut Islam. Saat ditahan oleh lembaga penegak hukum seperti KPK atau Polri, mereka mengenakan jilbab maupun cadar.

Hal yang sama dilakukan tersangka kasus korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Neneng Sri Wahyuni. Neneng sebelumnya tak mengenakan jilbab ataupun cadar. Hal tersebut diketahui dari foto-foto Neneng sebelum ia meninggalkan tanah air, bersama suaminya, M Nazaruddin yang juga terdakwa kasus korupsi.

Namun, saat ia ditangkap dan ditahan  KPK pekan lalu, Neneng berubah mengenakan jilbab dan cadar. Neneng mengenakan jilbab dan cadar saat menjalani pemeriksaan oleh KPK. Apakah hal tersebut murni keinginan Neneng berdasarkan keyakinannya atau karena tidak ingin wajahnya diketahui publik?

Kuasa hukum Neneng, Rufinus Hutahuruk menyatakan bahwa tim kuasa hukum tidak pernah menanyakan masalah itu kepada Neneng. Menurutnya, hal tersebut adalah masalah pribadi Neneng yang tidak perlu diintervensi.

"Wah kita gak sejauh itu pikirannya soal dia mengenakan busana muslim. Kita pun tak pernah menanyakannya. Kita hanya mengurusi persoalan hukumnya," kata Rufinus saat dihubungi Republika,  Senin (19/6).

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, soal pakaian  muslim yang dikenakan Neneng, KPK menghormatinya. Jika memang Neneng mengenakan itu berdasarkan aturan agama, maka KPK tak bisa melarangnya.

"Kita gak tahu apakah dia pakai cadar itu karena dia ingin menjalankan syariat Islam atau tidak. Tapi itu hak dia," kata Johan.

Saat ditanya bagaimana seharusnya pakaian seorang tahanan KPK, Johan mengatakan dulu memang pernah ada usulan pakaian khusus tahanan KPK. Namun, ia mengakui bahwa hingga saat ini usulan tersebut belum pernah direalisasikan.

Johan berharap, dengan adanya Rutan KPK, maka usulan itu bisa direalisikan. Namun, Johan mengaku belum mendapat informasi apakah pakaian tersebut mengatur soal pakaian yang sesuai syariat Islam.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA