Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Ini Dia Masalah Besar Hantui Piala Eropa

Sabtu 09 Jun 2012 06:08 WIB

Red: Endah Hapsari

Timnas Belanda saat jalani latihan

Timnas Belanda saat jalani latihan

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA -- Kemegahan ajang Piala Eropa 2012 ternyata dibayangi masalah besar yang berpotensi mengacaukan perhelatan besar yang diadakan empat tahun sekali itu. Masalah itu pula yang sudah dialami tim Belanda saat menjalankan sesi latihan belum lama ini. Masalah klasik bernama rasisme.

Kapten Belanda, Mark van Bommel, mengatakan pada wawancara yang dipublikasi oleh surat kabar De Telegraaf, bahwa tim Oranje terpaksa berlatih jauh dari 25.000 penonton yang menyaksikan pertandingan mereka di Krakow, bagian Selatan Polandia.

"Kami semua mendengar suara-suara monyet," ucapnya. "Kami tidak dapat menerima hal itu. Kami bereaksi dengan baik dan keadaan sebenarnya telah disortir."

"Sepanjang turnamen, jika salah satu dari kami bermasalah dengan hal-hal semacam itu, kami akan segera menghampiri wasit dan meminta untuk campur tangan," tambah van Bommel, yang akan menghadapi Denmark bersama rekan-rekan setimnya di Kharkiv, Ukraina, pada Sabtu.

Komentar-komentar van Bommel seperti membantah klaim salah seorang pejabat UEFA sebelumnya, yang menepis rumor bahwa terdapat lagu-lagu rasis dan tayangan BBC pada bulan lalu, yang menyatakan bahwa geng-geng sayap kanan tersebar luar di sepak bola Ukraina dan Polandia.

Tayangan dokumenter tersebut memperlihatkan sebagia rekaman para pendukung yang memberi salam ala Nazi, dan suara-suara kera yang ditujukan pada para pemain berkulit hitam, serta tindakan anti-semit dan serangan bersenjata pada sebagian mahasiswa Jepang.

Polandia, Ukraina, dan presiden UEFA, Michel Platini telah mencoba berbagai cara untuk mengurangi insiden-insiden rasisme. Dampak lainnya, dua pemain kulit hitam Inggris, menyarankan agar keluarga mereka tidak perlu menyaksikan langsung Piala Eropa dan menontonnya melalui televisi saja.

"Mudah untuk menyalahkan Ukraina dan Polandia untuk (masalah sama orang lain) rasisme namun semua negara menghadapi masalah serupa," kata Platini kepada para pewarta, Rabu.

"Kami semua melakukan banyak hal, namun (rasisme) itu bukan masalah sepak bola, itu adalah masalah sosial."

UEFA mengatakan pada Jumat bahwa mereka tidak mengkhawatirkan insiden rasisme, meski mereka belum menerima keluhan resmi dari federasi sepak bola Belanda.

"Seandainya hal seperti itu terjadi pada sesi latihan, UEFA akan mengevaluasi penilaian operasional untuk melindungi para pemain," demikian pernyataan mereka, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pertandingan pembuka antara Polandia melawan Yunani di Grup A, merupakan pertandingan pertama dari 31 pertarungan di delapan tempat di dua negara Eropa Timur ini, di mana final akan dimainkan di ibukota Ukraina, Kiev, pada 1 Juli. Rusia menghadapi Republik Ceko pada pukul 18.45 GMT di Wroclaw, bagian Barat Polandia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA