Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Kisah Mistis Relawan di Gunung Salak

Rabu 23 May 2012 22:25 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

 Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, dan sejumlah elemen masyarakat menyusuri hutan untuk mengupayakan evakuasi korban pesawat Sukhoi di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jum'at (11/5).

Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, dan sejumlah elemen masyarakat menyusuri hutan untuk mengupayakan evakuasi korban pesawat Sukhoi di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jum'at (11/5).

Foto: Aditya Pradana Putra/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, dibumbui cerita mistis. Sejumlah relawan yang membantu proses evakuasi kecelakaan pesawat asal Rusia itu mengaku mengalami berbagai peristiwa unik berbalut misteri selama berada di kawasan Gunung Salak.

"Pernah tim kami mendengar suara tangisan perempuan saat melewati jalur Cimelati pada malam hari. Namun, saat didekati sumber suara ternyata tidak ada apa-apa," kata salah satu anggota Tagana Kota Bogor, Jawa Barat, Darga kepada Antaranews di Jakarta, Rabu (23/5).

Ia mengakui, meskipun pengalaman tersebut bersifat mistis dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara logika, dirinya dan Tim Tagana lain mendengarkan hal sama selama beberapa malam berturut-turut. Darga mengisahkan, pengalaman unik lainnya adalah menyusuri jalur-jalur terjal di Gunung Salak yang sangat menguji nyali. Namun, tim mereka menganggap hal tersebut suatu tantangan tersendiri.

Anggota Tanaga lainnya, Dede, juga punya pengalaman unik saat menjadi bagian tim evakuasi korban pesawat yang menelan puluhan nyawa orang tersebut. Pengalaman unik yang ia dan timnya alami adalah berjalan dari Puncak Salak satu ke lokasi evakuasi di bawah dengan sangat cepat.

"Menurut tim lain yang berjalan di belakang kami, tim kami berjalan sangat cepat. Bahkan tiba di lokasi dengan perbedaan waktu satu jam dibanding tim di belakang kami dengan waktu keberangkatan yang hampir bersamaan, padahal tim kami berjalan sangat lambat," kisah Dede.

Meski demikian, Tim Tagana menyatakan petualangan membantu proses evakuasi adalah misi kemanusiaan yang sangat berharga dan membuat mereka sangat bersyukur terlibat di dalamnya. "Kami sangat senang bisa ikut bagian dalam membantu proses evakuasi, tim lainnya yang ikut dalam evakuasi juga sangat luar biasa dan memberi inspirasi kepada kami," katanya.

Di tempat terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, Rabu siang, memimpin upacara pemberian penghargaan bagi para relawan yang berjasa dalam proses evakuasi korban kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100. Upacara tersebut dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma Rabu siang dan dihadiri seluruh elemen tim evakuasi pesawat Sukhoi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA