Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Terdegradasi, Pemiliki Blackburn Rovers Jauhi Pers

Selasa 08 May 2012 21:30 WIB

Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI - Pemilik klub Liga Utama Inggris yang terdegradasi, Blackburn Rovers, yang berasal dari India, Venky's, menghindari media pada Selasa (8/5) di tengah badai kritik terhadap manajemen buruk mereka selama 18 bulan.

Laporan-laporan pers Inggris menyerang absennya keluarga Venky's saat klub tersebut melakukan pertandingan hidup atau mati melawan Wigan Athletic pada Senin malam, di mana Blackburn kemudian kalah 0-1 dan mengonfirmasi terlemparnya mereka dari kompetisi kasta tertinggi Inggris.

Para penggemar, yang telah mencurahkan rasa marah mereka Venky's dan manajer Steve Kean sepanjang musim, melepaskan seekor ayam ke dalam lapangan di saat pertandingan berlangsung. Ayam tersebut dibalut dengan bendera Blackburn dengan satu tulisan yang ditujukan kepada sang pemilik: 'pergi!'

Sore yang direndam hujam itu juga memperdengarkan sorak-sorai menuntut Venky's untuk menjual klub tersebut. Sebuah spanduk dibentangkan seorang penggemar di lapangan setelah peluit panjang yang bunyinya mencela manajemen dan sang pemilik.

Arvind Chauhan, juru bicara perusahaan yang berpusat di bagian Barat kota Pune yang telah membayar 23 juta pound untuk Blackburn pada November 2010, menolak berkomentar ketika dihubungi AFP.

Media-media di India tidak bereaksi, dengan beberapa pengamat mengatakan bahwa Venky's telah gagal menimbulkan gairah pasar domestik, di saat kepentingannya di Liga Utama Inggris telah hancur.

Usaha promosi utama mereka terjadi pada Oktober tahun lalu, ketika Blackburn melawan ke India untuk memainkan pertandingan persahabatan. Blackburn pun menjadi klub Liga Utama Inggris pertama yang bermain di negara dengan 2,1 miliar penduduk tersebut.

Namun hanya 6.000 penggemar yang menyaksikan pertandingan melawan klub lokal tersebut, dan lawatan tersebut paling diingat untuk urusan iklan, di mana beberapa pemain utama diminta memakan ayam goreng di kamar ganti.

"Sebenarnya tidak ada koneksi India dengan Blackburn," kata jurnalis sepak bola yang cukup populer di India, Novy Kapadia, kepada AFP. "Kepemilikan Venky's (di Blackburn) sama sekali tidak membantu sepak bola kami."

"Saya tidak terkejut bahwa Venky's tidak populer di Inggris. Kesalahan terbesar mereka adalah memecat Sam Allardyce sebagai manajer, saat mereka mengambi alih klub."

Allardyce mengatakan bahwa dirinya 'sangat terguncang dan kecewa' setelah pemecatannya pada Desember 2010, ketika klub berada di peringkat ke-13 di klasemen liga, sementara itu manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, menyebut pemecatan tersebut sebagai 'kebodohan.'

Venkateshwara Hatcheries, yang lebih dikenal dengan nama Venky's, didirikan pada 1971 oleh B.V. Rao, dan anak perusahaan VH Group berharga 290 juta dolar ini sekarang dikelola oleh anaknya di luar basis mereka di Pune.

Putri Rao dan pemimpin VH Group, Anuradha J. Desai mengatakan saat mengambil alih kepemilikan Blackburn bahwa hal tersebut akan mendiversifikasi usaha mereka, yang populer di India melalui nugget ayam beku dan sosis ayam asap.

"Sepak bola adalah kegilaan global, dan seperti juga VH Group yang mengglobal, menyiapkan rencana pemberian pakan tanaman dan pembenihan di seluruh dunia, kami percaya bahwa kami dapat mengambil keuntungan dengan menjadi pemilik klub sepak bola besar," ucapnya.

Namun hanya sedikit sinergi antara peternakan dan sepak bola, atau logika bisnis untuk menerima akuisisi dari perusahaan yang relatif kecil tanpa pengaruh keuangan besar. Terlebih jika dibandingkan dengan beberapa pemilik

klub dari luar negeri lainnya, seperti Chelsea dan Manchester City.

Desai mengatakan bahwa dana sebesar delapan juta pounds akan tersedia untuk memperbaiki tim Blackburn - jumlah yang hanya cukup untuk membeli seorang pemain level menengah.

Jaydeep Basu, koresponden sepak bola surat kabar Telegraph di Kolkata, mengatakan bahwa terdegradasinya Blackburn nyaris tidak mendapat perhatian di India.


sumber : Antara/AFP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA