Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Kapolres: Pembunuh Polisi Ditembak Mati Bukan Balas Dendam

Kamis 03 May 2012 14:20 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Pistol (Ilustrasi)

Pistol (Ilustrasi)

Foto: Corbis.com

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU - Kepala Polres Rokan Hilir AKBP Auliansyah Lubis membantah ditembakmatinya pembunuh polisi di Rokan Hilir, Riau sebagai aksi balas dendam.

"Kami terpaksa melepaskan tembakan mengarah ke bagian tubuh pelaku pembunuh Aiptu Girsang karena pelaku juga sempat mengancam akan membacok anggota polisi yang akan menangkapnya," kata Kepala Polres Rokan Hilir AKBP Auliansyah Lubis lewat sambungan telepon, Kamis (5/3).

Pada saat itu (Rabu 2/5) siang, disuatu perkampungan yang berada di Kecamatan Pujud, katanya, jarak antara pelaku dengan anggota polisi hanya beberapa meter saja. Sebelum menembak, anggota sempat melepaskan satu kali tembakan peringatan yang diarahkan ke udara, kata dia.

Namun menurut AKBP Auliansyah, pelaku dengan semangatnya justru balik mengejar beberapa anggota polisi yang hendak menangkapnya sambil mengacungkan sebilah senjata tajam.

Dengan keterpaksaan dan mengingat keselamatan anggota yang kian terancam, demikian Kapolres, anggota terpaksa melepaskan tembakan mengarah tubuh pelaku sebanyak dua kali.

Artinya adalah, penembakan yang dilakukan anggota hingga menyebabkan pelaku pembunuh Aiptu Girsang tewas ditempat bukan merupakan wujud balas dendam, melaikan sebuah keterpaksaan, kata Kapolres.

Peristiwa pembacokan terhadap seorang anggota polisi itu sempat menghebohkan masyarakat di satu penghuluan (setingkat kelurahan), bahkan hingga satu kecamatan.

Perbuatan nekad Chandra diduga berawal dari ketersinggungannya karena ditegur Aiptu Girsang ketika pelaku tengah mabuk menghirup lem. Sampai akhirnya Chandra dendam dan balik mendatangi Girsang sekaligus membacoknya hingga tewas mengenaskan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA