Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Dicurigai Selundupkan Senjata untuk Palestina, Israel Sergap Kapal Barang

Senin 23 Apr 2012 05:16 WIB

Red: Endah Hapsari

Kapal Israel

Kapal Israel

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM---Pasukan Angkatan Laut Israel menyegap sebuah kapal barang di Laut Tengah, dan menaiki kapal tersebut untuk "pemeriksaan keamanan", kata beberapa sumber militer.

Pasukan Israel secara rutin berpatroli di laut untuk menghadang kapal-kapal yang diduga menyelundupkan senjata bagi pejuang Palestina.

Setahun lalu, Israel menahan sebuah kapal barang yang dituduh membawa senjata pasokan Iran dengan tujuan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Seorang pejabat Israel mengatakan, tidak ada hal penting yang ditemukan di kapal yang disergap Minggu, dan ia menolak memberikan penjelasan terinci. Ia menyebut penyergapan itu sebagai "perlindungan rutin bagi wilayah perairan kami".

Satu sumber militer Israel mengatakan, kapal itu disergap di lokasi sekitar 260 kilometer di lepas pantai Israel dan pasukan melakukan "pemeriksaan menyeluruh atas muatannya".

Dalam penyergapan pada Maret 2011, Israel menyatakan bahwa kapal yang mereka tahan memulai pelayaran dari Suriah, berhenti di Turki dan dalam perjalanan menuju Iskandariyah, Mesir.

Pejuang Palestina menggunakan jaringan terowongan untuk menyelundupkan senjata ke Gaza dari Mesir.

Pasukan Israel berulang kali membom daerah perbatasan Gaza dengan Mesir dalam ofensif 22 hari di Jalur Gaza pada Desember 2008 hingga Januari 2009, dalam upaya menghancurkan terowongan-terowongan penyelundup yang menghubungkan wilayah miskin Palestina itu dengan Mesir.

Angkatan udara Israel membom lebih dari 40 terowongan yang menghubungkan wilayah Jalur Gaza yang diblokade dengan gurun Sinai di Mesir pada saat ofensif itu dimulai.

Terowongan-terowongan yang melintasi perbatasan itu digunakan untuk menyelundupkan barang dan senjata ke wilayah Jalur Gaza yang terputus dari dunia luar karena blokade Israel sejak Hamas menguasainya.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari dan sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel.

Jumlah korban tewas Palestina mencapai sedikitnya 1.300, termasuk lebih dari 400 anak, dan 5.300 orang cedera di Gaza sejak Israel meluncurkan ofensif terhadap Hamas pada 27 Desember.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA