Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Mengalami Appendiks akan Sulit Hamil?

Selasa 10 Apr 2012 13:27 WIB

Red: Miftahul Falah

Mengalami Appendiks akan Sulit Hamil?

Pertanyaan:

Dear dokter, usia saya 28 tahun saat ini. Saya pernah mengalami operasi usus buntu, namun karena penanganannya sedikit telat, terjadi porforasi. Hal ini terjadi di bulan Juni 2011. Kemudian, saya menikah di bulan November 2011.

Pertanyaan saya, apakah benar seorang yang mengalami appendiks (perforation) akan mengalami kesulitan untuk hamil? Kalau benar, apa yang saya lakukan? Mengingat saya tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun untuk menahan kehamilan, namun hingga saat ini saya belum menampakkan gejala-gejala menuju kehamilan.

Mohon bantuan informasinya, Dok. Karena, banyak informasi yang mengatakan, apabila sudah mengalami appendiks, maka akan mengalami kesulitan kehamilan. Terima kasih atas informasinya, Dok.

Anne, Jakarta - 28 tahun


Jawaban:

Dear Bu Anne, sesuai dengan kasus yang diberikan, maka harus dipahami bahwa salah satu syarat untuk terjadinya kehamilan adalah saluran tuba harus terbuka (tidak tersumbat). Dengan demikian, berdasarkan riwayat di mana terjadi perlengketan pada panggul (misalnya: karena infeksi panggul, perforasi usus buntu, endometriotis dan sebagainya) dapat menyebabkan penyempitan atau bahkan penyumbatan pada saluran tuba.

Untuk lebih dapat melihat jelas kondisi yang Ibu Anne alami, saya dapat sarankan bila Ibu Anne perlu untuk melakukan pemeriksaan HSG guna melihat potensi tersumbat atau tidaknya tuba Ibu. Jenis pemeriksaan ini dikenal dengan istilah awam sebagai tiup rahim, untuk mengetahui problem infertilitas.

Mekanisme yang dilakukan adalah dengan menggunakan sinar-X, di mana akan dimasukkan zat kontras melalui alat khusus ke dalam rongga rahim dan saluran telut melalui vagina. Hal ini untuk melihat menggunakan foto rogten, apakah terdapat sumbatan yang diindikasikan melalui aliran zat kontras tersebut.

Diharapkan dengan melakukan hal tersebut, maka akan dapat dilihat dengan lebih jelas apakah terdapat sumbatan yang berdampak pada terhambatnya pertemuan sel sperma dan sel telur. Hal ini sekaligus dapat melihat bentuk struktur rahim serta mendeteksi kemungkinan terhadinya ketidaknormalan yang lain.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat membantu Ibu Anne dalam hal tersebut. Terima kasih, salam sehat. (SC)


dr Samson Chandra, SpOG, DMAS

 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur
Kirim pertanyaan Anda ke email : kesehatan@rol.republika.co.id



Disclaimer: Republika bekerja sama dengan YBM PLN dan BNPB membuka rubrik pertanyaan seputar bencana alam. Mulai dari informasi hingga tips saat menghadapi bencana. Kirimkan pertanyaan Anda ke email: newsroom@rol.republika.co.id.
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA