Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Telkomsel-UI Jalin Kerja Sama Pengembangan Green Data Center

Selasa 03 Apr 2012 22:57 WIB

Red: Taufik Rachman

BTS tenaga surya Telkomsel

BTS tenaga surya Telkomsel

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-- Telkomsel bekerja sama dengan Universitas Indonesia melakukan penelitian dan pengembangan Green Data Center. Telkomsel sendiri telah membangun 45 Data Center (IT & Telco Equipment Room)

 

Ricardo Indra, Head of Corporate Communications Division mengatakan, untuk  mendukung Go Green yang dicanangkan Pemerintah serta mengantisipasi perkembangan ICT yang sangat pesat, terutama aplikasi pengolahan data dan data storage, Telkomsel bekerja sama dengan Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia dalam  Roadmap penelitian untuk mengembangkan Green Data Center. '' Dengan fokus pada fasilitas yang mewadahi perangkat ICT dan infrastruktur penting dari operasional Data Center Telkomsel,''kata Indra.

Green Data Center merupakan tempat penyimpanan perangkat dengan sistem pendingin, elektrikal, pencahayaan dan IT dirancang untuk memaksimumkan efisiensi energi dan meminimumkan dampak lingkungan. Fasilitas ini biasanya mencakup juga catu daya redundan atau cadangan, koneksi komunikasi data redundan, pengontrol lingkungan misalnya AC dan ventilasi, pencegah bahaya kebakaran, serta piranti keamanan fisik.’’

 

Pada umumnya, Data Center mengkonsumsi lebih banyak energi, seiring kebutuhan akan server berkembang menjadi lebih besar, lebih panas, dan akan berdampak kepada bertambahnya karbon emisi, disertai dengan penggunaan daya listrik dan biaya operasional yang meningkat secara signifikan. Sebuah Data Center besar diperkirakan dapat mengkonsumsi energi listrik sama banyaknya seperti sebuah kota kecil .

Kerjasama Telkomsel dengan UI diharapkan dapat menemukan solusi potensial dengan perkembangan teknologi agar tercipta peningkatan efisiensi energi Data Center yang ramah lingkungan. Telkomsel juga telah mengoperasikan lebih dari 2.500 BTS Hijau (Base Transceiver Station) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan merupakan BTS Hijau terbanyak di Asia.

BTS Hijau tersebut terdiri dari 2 kategori, yaitu BTS yang memanfaatkan sumber-sumber energi alternatif ramah lingkungan untuk menghasilkan tenaga listrik bagi BTS dan BTS yang mengimplementasikan teknologi ramah lingkungan dari sisi konsumsi listrik serta estetika lingkungan. Teknologi BTS hijau tersebut dapat menurunkan penggunaan daya listrik sampai dengan 52 persen dengan konfigurasi maksimal.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA