Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

BIC, Kisah Klasik Para Inovator (II)

Ahad 25 Mar 2012 19:38 WIB

Red: M Irwan Ariefyanto

bic pen

bic pen

Foto: obviousmag.org

REPUBLIKA.CO.ID,Bagaimana BIC mencapai kesuksesannya?  Satu kali di tahun 1935 Ladilas Biro seorang editor di suratkabar kecil, merasa sangat terganggu penanya. Tinta meluber ke permukaan kertas seperti dihisap busa. Bahkan ketika ia menggunakan kertas dengan kualitas terbaik hal ini masih juga terjadi. Tangan dan bajunya kerap ternodai tinta yang meluber, selain itu ia masih harus sering mengisi ulang penanya. Ia kemudian berbincang-bincang dengan Georg, kakaknya seorang ahli kimia. Mulailah sang kakak merancang pena tersebut.

Setelah mengutak-atik lusinan produk pena, Ladislla dan Georg tidak sadar bahwa hal inipun telah dilakukan oleh paling tidak 351 kali sebelumnya oleh para inventor pena. Ketika sedang berlibur bersama di pantai Meditteranea mereka berdua sempat mebicarakan kesulitan mereka ini kepada seorang tua mengenai penemuan mereka.

Mereka menunjukkan model hasil kerja mereka dan pria tua tersebut begitu terkesan. Dan ternyata pria tua tersebut kemudian hari menjadi presiden Argentina, Augustine Justo. Beberapa tahun kemudian, PD II dimulai. Biros bersaudara teringat teman tua mereka. Mereka segera berangkat ke Buenos Aires. Dengan pertolongan Justo mendapat investasi dari beberapa orang. Tahun 1943 mereka mulai membangun perusahaan mereka.

Hasilnya benmar-benar spektakular. Tepatnya spektakular kegagalannya. Merek gagal karena terlalu tergantung pada daya gravitasi untuk menggerakkan tinta ke dalam ball. Yang berarti pena harus terus berada dalam posisi vertikal ketika menulis. Padahal tinta tinta yng keluar juga tidak teratur, seringkali tinta yang keluar terlalu banyak.

Biros bersaudara kembali ke laboratorium dan menghasilkan desain baru. Yang satu ini ditekankan pada kapiler yang melawan grafitasi. hal ini membuat tinta tidak mudah mengalir bagaimana pun posisi pena. Seorang penerbang Amerika dikirim ke Argentina ketika itu. Ia membuktikan pena tersebut tidak mudah rusak dalam kondisi di udara. Tak lama kemudian Amerika memutuskan untuk membuat pabrik pena serupa di Amerika. Perusahaan seperti Milton Reynold bahkann menyewa perenang Esther Williams untuk menunjukkan pena tersebut dapat menulis di dalam air.

Tapi masalah masih juga muncul. Misalnya saja pena ini tidak dapat dijual dengan harga murah, paling tidak konsumen harus menyisihkan uang lebih banyak. Walau untuk penjualan pertamanya pena ini hanya dijual 19 sen. Seorang pengusaha pena dari Prancis, Marcel Bich, melihat bahwa usaha ini dapat menjadi peluang yang baik. Ia sangat tertarik dengan desain pena tersebut tapi agak kecewa dengan kualitasnya. Ia mengatakan di tangannya pena tersebut dapat menjadi produk yang digemari.

Maka Biro bersaudara memberikan lisensi mereka kepada Bich. Selama dua tahun Bich mengedarkan sampel pena tersebut ke pasaran dan secara sistematis mengujinya. Tahun 1952 Bich mendapatkan formula sukses produk barunya. Enam sisi, murah, plastik jernih untuk isi tinta, dan dapat menulis dengan lembut tanpa menghasilkan bekas. Tapi ia mengerti bahwa namanya menjadi masalah bagi sebagian orang Amerika. Daripada diplesetkan menjadi kata ''bitch pen'' (pena wanita jalang), ia lebih suka mengganti namanya menjadi BIC khusus untuk produk kebanggaannya ini.

sumber : berbagai sumber
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA