Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Manajemen KBS Kian Buruk, Wisatawan Asing Juga Kecewa

Senin 19 Mar 2012 21:39 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Kebun Binatang Surabaya

Kebun Binatang Surabaya

Foto: Surabaya.go.id

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Tak hanya pengunjung lokal dan rakyat Indonesia, sejumlah wisatawan asing pun kecewa terhadap pemeliharaan kebun binatang Surabaya (KBS). Mereka melihat pengelolaannya kian memburuk hingga mengakibatkan banyak hewan mati di kebun binatang terbesar di Asia Tenggara itu.

Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (Depari) Jawa Timur, Yusak Anshori, Senin (19/3), mengemukakan, pada akhir pekan lalu dari sisi biro perjalanan wisata ada sekitar 20 orang wisatawan asing asal Australia menyatakan batal berkunjung ke Surabaya menyusul kekecewaannya terhadap KBS.

"Sementara, dari sisi kunjungan perorangan ada empat negara yang wisatawannya juga memberikan tanggapan buruk setelah mengunjungi KBS. Mereka berasal dari Jepang, Inggris, Belanda, dan Korea," ujarnya.

Jika kondisi pengelolaan KBS dibiarkan seperti sekarang, ia khawatir, pada masa mendatang objek wisata yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun asing itu akan ditinggalkan masyarakat pariwisata. Kondisi itu juga bisa mencoreng citra positif Surabaya sebagai Ibu Kota Jatim.

"Padahal, masalah konservasi siapa saja dapat mengelola. Dengan syarat, harus bisa mewujudkan kebun binatang dengan binatang yang sehat, kandang bersih, dan pengelolaan yang profesional," katanya. Kalau seluruh tatanan di KBS sudah terkelola dengan baik, ia yakin, manajemen bisa mengundang seluruh media asing untuk menunjukkan kondisi KBS semakin membaik.

"Untuk saat ini, kami lihat perkembangan KBS kian mengganggu masyarakat dunia pariwisata. Apalagi, jika berkaitan dengan masalah pengembalian citra negatif adalah sesuatu yang sulit diwujudkan," katanya.
Ia mencontohkan, pada tahun 2008 pihaknya pernah mengunjungi Cina dan di Negeri Tirai Bambu tersebut ada beberapa masyarakat yang tidak berani ke Indonesia karena takut dengan kerusuhan.

"Sementara, kerusuhannya terjadi pada tahun 1998 atau 10 tahun berlalu. Walau permasalahannya berbeda tetapi yang namanya citra positif sangat penting bagi kemajuan sektor pariwisata," katanya.

Untuk permasalahan KBS, prediksi dia, sekitar tiga tahun mendatang hal itu masih menjadi pembahasan wisatawan asing dari berbagai negara. "Saat itu, KBS akan sering dipertanyakan oleh mereka," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA