Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

Organda Minta Subsidi BBM Khusus Angkutan

Kamis 15 Mar 2012 03:07 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dewi Mardiani

Angkutan Umum/Ilustrasi

Angkutan Umum/Ilustrasi

Foto: antarafoto.com

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Organisasi pengusaha angkutan darat (Organda) Jabar, minta subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus angkutan umum. Karena, kenaikan BBM ini bisa mematikan usaha angkutan umum.

''Kalau usul kami tak diterima, dari pada rugi lebih baik kami menutup usaha kami. Silahkan pemerintah ambil alih transportasi publik,'' ujar Ketua Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) Organda Jabar, Aldo Vantinus Wiyana, usai Rapat tentang Kenaikan BBM, Rabu (14/3).

Aldo menjelaskan, harga BBM untuk masyarakat umum, boleh naik. Tapi, BBM angkutan jangan dinaikkan. Karena, kalau BBM angkutan kota naik, pengusaha akan semakin sulit menjalankan usahanya.

Sebelum BBM naik, menurut Aldo, jumlah penumpang angkutan umum terus mengalami penurunan. Karena, masyarakat banyak yang beralih ke kendaraan roda dua. Sehingga, pendapatan angkutan kota terus menurun. ''Bahkan, mulai banyak pengusaha angkutan yang gulung tikar,'' imbuh Aldo.

Kenaikan BBM ini, kata dia, bisa memicu kenaikan harga suku cadang, ban termasuk kebutuhan berbagai bahan pokok yang akan semakin memberatkan masyarakat yang berusaha di bidang transportasi.

Masyarakat transportasi yang tergabung dengan Organda Jabar, kata dia, jumlahnya sekitar 1 juta. Terdiri dari supir angkutan kota, bis, taksi sampai bis pariwisata. Kalau dengan keluarga yang mereka hidupi, jumlahnya bisa mencapai 4 juta.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA