Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

UMK Naik, Produktifitas Harus Naik Juga

Jumat 27 Jan 2012 20:38 WIB

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Hafidz Muftisany

Unjuk rasa para buruh menuntut perbaikan Upah Minimum Kota (UMK).

Unjuk rasa para buruh menuntut perbaikan Upah Minimum Kota (UMK).

Foto: Antara/Eric Ireng

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Wakil ketua umum Kadin, Rachmat Gobel mengatakan kenaikan UMK juga hendaknya dibarengi dengan kenaikan produktivitas dari para buruh. Gobel mengatakan antara pengusaha dan buruh merupakan mitra yang hendaknya saling menguntungkan.

"Harus ada take and give," kata Gobel, Jumat (27/1). Menurutnya, buruh juga harus bisa memberikan komitmen agar bisa memberikan yang lebih baik bagi perusahaan. Ia mengungkapkan serikat perkerja bertanggung jawab untuk memperjuangkan produktifitas dan efisiensi kerja.

"Karena kenaikan akan memberikan dampak pada cost produksi kita," kata dia, Jumat (27/1). Serikat pekerja dalam hal ini menurutnya bisa memberikan nilai tambah untuk mengurangi masalah biaya yang muncul dengan meningkatkan produktifitas kerja.

Seperti diberitakan hasil pertemuan antara pemerintah, APINDO dan SB/SP terkait aksi buruh di Bekasi menyepakati lima poin, salah satu poin tentang UMK yaitu disepakatinya nilai UMK dalam 3 kelompok A. UMK RP 1.491.000 B. Kel. II Rp 1.715.000 C. Kel. III RP 1.849.000.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA