Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Walau Pasokan Terganggu, Tahun 2011 TAM Mampu Jual 310.647 Unit Mobil

Selasa 10 Jan 2012 03:16 WIB

Red: taufik rachman

Pengunjung melihat mobil-mobil keluaran terbaru Toyota di Toyota MegaWeb di Tokyo, Selasa (29/11).

Pengunjung melihat mobil-mobil keluaran terbaru Toyota di Toyota MegaWeb di Tokyo, Selasa (29/11).

Foto: Republika/Nur Hasan Murtiaji

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Toyota Astra Motor (TAM) berhasil menjual 310, 647 unit pada 2011 meningkat 10,7 persen, walaupun TAM masih terganggu pasokan akibat Banjir yang melanda Thailand. Pada 2010, TAM berhasil menjual  280.680 unit.

"Ini merupakan pencapaian positif mengingat kondisi otomotif 2011 diwarnai banyak bencana dan kami bisa memenuhi permintaan pelanggan di tengah terbatasnya supply," kata Presiden Direktur PT. Toyota Astra Motor Johnny Darmawan  ketika membuka peluncuran New Alphard di Jakarta pada Senin (9/1).

Sepanjang 2011, Toyota telah mempersembahkan produk-produk unggulan seperti New Hilux, New Fortuner, Grand New Innova, All New Avanza Veloz dan New Avanza.

Segmen ritel MPV 4x2 naik 41,3 persen, model pick up naik 18,7 persen, model SUV naik 11.5 persen, segmen compact 4x2 naik 11.2 persen dan segmen sedan turun menjadi 3.1 persen.

Johnny mengatakan ada sisi positif dan negatif yang mewarnai penjualan Toyota pada 2012. Sisi positifnya, Indonesia masuk dalam negara layak investasi atau Indonesia Investment Grade. Sisi negatifnya, krisis ekonomi Eropa dan kebijakan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 2012.

"Krisis ekonomi Eropa masih membayangi Indonesia, walaupun dampaknya tidak terlalu besar. Hanya saja masalah likuditas menjadi masalah utama," katanya.

TAM mendukung kebijakan pemerintah menaikan harga BBM, tapi pemerintah juga harus fokus membangun infrastruktur. Pada 2005, masyarakat telah merasakan dan belajar dari naiknya harga BBM.

"Dampak pasti ada seperti shock dua - tiga bulan, tapi masyarakat akan belajar untuk menggunakan BBM lebih hemat," katanya.

"Pemilikan mobil adalah solusi buruknya transportasi yang tidak terselesaikan," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA