Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

NU: Sejahterakan Rakyat Papua Segera!

Kamis 01 Dec 2011 20:43 WIB

Rep: Nashih Nashrullah/ Red: Chairul Akhmad

Rakyat Papua butuh kesejahteraan.

Rakyat Papua butuh kesejahteraan.

Foto: Republika Online/Chairul Akhmad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nahdlatul Ulama (NU) meminta pemerintah segera memenuhi kesejahteraan rakyat Papua. Peningkatan dan pemerataan taraf ekonomi masyarakat merupakan jalan keluar berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Cenderawasih itu.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, mengatakan masih terjadinya kekerasan di Papua, termasuk yang terjadi bertepatan dengan hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kamis, 1 Desember 2011, dinilai tak lepas dari permasalahan ekonomi. 

Perlakuan yang diskriminatif oleh Pemerintah dianggap sebagai pemicu munculnya aksi anarkis. "Kuncinya ada di kesejahteraan. Segera tingkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, Insya Allah kondisi di sana akan aman," kata Kiai Said di Jakarta, Kamis (1/12).

Mengutip pernyataan sejumlah kepala suku di Papua yang beberapa saat lalu datang ke PBNU, Kiai Said yakin tidak ada keinginan masyarakat melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kesejahteraan yang di antaranya meliputi penyetaraan tingkat perekonomian dan pendidikan dianggap sebagai pemecahan berbagai permasalahan di Papua. "Sangat ironis kalau masyarakat Papua hidup tidak sejahtera, sementara di sana ada tambang emas terbesar di Indonesia. Pemerintah harus serius tingkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, karena itu kuncinya agar permasalahan di sana bisa segera teratasi," papar Kiai Said.

Seperti diketahui, tanggal 1 Desember oleh sebagian kelompok diperingati sebagai hari lahir OPM. Dalam peringatan hari ini kembali terjadi pengibaran bendera Bintang Kejora, serta aksi kekerasan terhadap aparat keamanan saat melakukan patroli pengamanan.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA