Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Warga Papua Diimbau Tak Teprovokasi Isu 1 Desember

Sabtu 26 Nov 2011 10:18 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA - Masyarakat Kota Jayapura dan Provinsi Papua pada umumnya diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi isu kekacauan atau gangguan lainnya menjelang 1 Desember yang oleh sebagian masyarakat diklaim sebagai hari kelahiran bangsa Papua Barat.

Wakil Ketua Bidang Politik dan Keamanan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Jayapura Hendrik Yance Udam di Jayapura, Sabtu, mengimbau masyarakat di provinsi ini tetap beraktivitas seperti biasa menjelang atau pada 1 Desember 2011.

"Masyarakat tidak perlu resah atau takut menjelang 1 Desember karena itu adalah hari biasa, hanya ada peringatan hari AIDS sedunia," katanya.

Hendrik Udam yang juga ketua Himpunan Pemuda Pembangunan Indonesia (HPPI) Jayapura menambahkan, dalam sepekan terakhir memang banyak isu yang beredar di masyarakat, baik melalui selebaran maupun layanan pesan singkat (SMS) berkaitan dengan tanggal 1 Desember. "Semua isu yang beredar itu tidak benar dan hanya bertujuan untuk membuat masyarakat resah," katanya.

Meski demikian, kata dia, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada 1 Desember, pihak keamanan telah berjanji akan menurunkan personelnya melakukan patroli keliling sehingga dapat memberi rasa aman kepada masyarakat.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Bigman Lumban Tobing sebelumnya telah menjamin akan memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat Papua menyusul isu gangguan keamanan pada 1 Desember 2011.

Ia menambahkan, terkait semakin dekatnya 1 Desember yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai hari kemerdekaan Papua Barat, pihaknya tidak akan memberi toleransi kepada oknum yang berani membuat aksi yang bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita siagakan pasukan saat 1 Desember. Polisi akan menindak tegas siapa pun yang berani berbuat onar dan mengganggu ketenteraman masyarakat," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA