Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

NU Jatim Pastikan Idul Adha 6 November

Ahad 30 Oct 2011 12:13 WIB

Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memastikan Idul Adha 2011 atau 10 Dzulhijjah 1432 Hijriah jatuh pada 6 November, karena 'hilal' (bulan sabit pertanda awal kalender) dapat 'dirukyat' (dilihat secara kasat mata) di Gresik.

"Alhamdulillah, hilal berhasil dirukyat di Bukit Condro, Gresik, Kamis (27/10) lalu pukul 17.30 WIB, selama 45 detik di sela-sela awan mendung yang bergerak," kata Wakil Ketua PWNU Jatim H Sholeh Hayat kepada ANTARA di Surabaya, Ahad (30/10).

Koordinator Tim Rukyatul Hilal PWNU Jatim itu menjelaskan saksi yang melihat hilal di Gresik adalah Inwanuddin (36) dan Asyhari (40) dari Tim Rukyatul Hilal Pondok Pesantren Al Fatih, Branjangan, Surabaya.

"Yang bersangkutan sudah disumpah oleh hakim Pengadilan Agama (PA) Gresik bahwa mereka yakin hilal bisa dilihat, karena itu kami laporkan kepada PBNU untuk diteruskan dalam Sidang Itsbat Kementerian Agama pada Jumat (28/10) pukul 14.00 WIB," katanya.

Ia mengatakan hari raya Idul Adha 1432 H memang ada peluang besar untuk bersamaan antara NU, Muhamadiyah, dan pemerintah, karena ada indikasi berupa ijtimak akhir Dzulqa'dah terjadi pada hari Kamis 27 Oktober 2011 pada jam 02.56 WIB sampai dengan 04.11 WIB sesuai hitungan Hisab Khulashoh Al Wafiyah atau Hisab Haqiqi, sedangkan ketinggian hilal terjadi sekitar 6'27 sampai 7'23 derajat.

"Menurut kitab Badiatul Al Mitsal dan semua hasil hitungan hisab dari 22 sistem/rujukan, perhitungan derajat dan ketinggian hilal sebesar itu akan menghasilkan kesimpulan yang sama bahwa 1 Dzulhijah 1432 H akan jatuh pada hari Jumat 28 Oktober 2011, sehingga 10 Dzulhijah 1432 H akan jatuh pada hari Ahad 6 Nopember 2011," katanya.

Sebelumnya (19/10), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur memastikan Idul Adha 1432 Hijriah jatuh pada tanggal 6 November atau bersamaan dengan ormas lain dan pemerintah.

"Berdasarkan perhitungan dengan sistem Hisab Haqiqi dengan markas Tanjungkodok, Lamongan, sehingga hari raya Idul Adha 1432 Hijriah akan bareng (bersamaan)," kata Sekretaris PWM Jatim H Nadjib Hamid.

Menurut dia, prediksi terjadinya Idul Adha 1432 H pada waktu yang bersamaan itu didasarkan pada ijtimak (pertemuan bumi dan rembulan dalam satu garis untuk menandai terjadinya pergantian bulan atau terjadinya kalender baru) akhir Dzulqa'dah 1432 H yang terjadi pada hari Kamis 27 Oktober 2011 atau 29 Dzulqa'dah 1432 H.

"Ijtimak akan terjadi antara jam 02.56 WIB hingga 02.57 WIB, sehingga saat matahari terbenam pada hari itu pukul 17.24'38" WIB, maka hilal (rembulan baru) sudah wujud antara 6 derajat, 45'42,76" hingga 6 derajat 55 menit, sehingga tanggal 1 Dzulhijjah 1432 H jatuh pada Jumat 28 Oktober 2011," katanya.

Oleh karena 1 Dzulhijjah 1432 H jatuh pada 28 Oktober, maka 10 Dzulhijjah 1432 H atau Idul Adha 1432 H jatuh pada hari Ahad 6 Nopember 2011.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA