Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Antisipasi Copet, Transjakarta akan dipasangi Kamera Pemantau

Ahad 23 Oct 2011 12:18 WIB

Rep: Nawang Fatma Putri/ Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kondisi berdesak-desakan yang terjadi di dalam angkutan bus Transjakarta ternyata kerap digunakan sejumlah orang untuk meraih kesempatan. Aksi kriminal seperti pencopetan pun sering terjadi dalam situasi seperti ini.

Lengahnya penumpang yang sedang berdesakan satu sama lain, sering membuat mereka tak sadar jika dompet atau barang berharga lainnya telah berpindah ke tangan pencopet. "Kondisi berdesakan memang memberi peluang bagi pencopet melaksanakan aksinya. Itu sebabnya kami selalu melakukan pembatasan jumlah penumpang yang masuk ke dalam bus," kata Ketua Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, Muhammad Akbar, Ahad (23/10).

Tak hanya itu, untuk menghindari maraknya tindak kriminalitas yang terjadi di Jakarta, pihaknya juga akan memasang sejumlah Closed Circuit Camera Television (CCTV) di dalam bus Transjakarta. Untuk tahun ini, menurut Akbar, BLU Transjakarta memang belum memiliki data pasti, mengenai jumlah tindak kriminal yang terjadi, baik di dalam bus yang sedang beroperasi, maupun di halte bus.

Namun berdasarkan data 2008, petugas keamanan on board busway, berhasil mengamankan 17 pencopet yang memang sering beraksi di dalam bus. "Mereka tertangkap di halte transit Harmoni, Dukuh Atas, Pulogadung, Juanda, Bendungan Hilir, Matraman, Halte Senen, dan Rawabuaya," ujar Akbar.

Selama ini, Akbar menuturkan jika petugas yang berada di lapangan sudah kerap memberikan peringatan-peringatan agar waspada dalam menjaga barang bawaan. Bahkan, petugas menurut Akbar akan dengan tegas menolak penumpang yang naik ke dalam bus, jika sudah mencapai batas maksimum jumlah penumpang, yaitu 85 orang

Selain itu, penumpang pun selalu diingatkan agar mengisi bagian belakang atau depan bus yang masih kosong, agar tak bergerombol di dekat pintu masuk atau keluar. "Kondisi bergerombol seperti itu membuat penumpang tak sadar sedang menjadi sasaran kejahatan. Kondisi begini yang disenangi oleh pencopet," tandas Akbar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA