Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Setelah Utusan Australia, Kini Pejabat Kedubes AS Temui Majelis Rakyat Papua

Rabu 05 Oct 2011 06:43 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

West Papua

West Papua

Foto: .

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA - Sekretaris I bidang politik dari Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Melanie Higgins, didampingi asisten politik, Pradita Anggira Prima, menemui pimpinan Majelis Rakyat Papua (MRP).

"Mereka ingin tahu sejauhmana hubungan dan kerja sama MRP dan MRPB (MRP Papua Barat), serta bagaimana implementasi otonomi khusus bagi Papua yang sedang berjalan saat ini," kata Wakil Ketua I MRP Pendeta Hofni Simbiak STh di Jayapura, Rabu.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (4/10) sekitar satu jam lebih di kantor MRP di Kotaraja, distrik Abepura, Jayapura itu, Higgins dan Prima diterima oleh Wakil Ketua I MRP Pendeta Hofni Simbiak S.Th dan Wakil Ketua II MRP Engelbertha Katorok. Selain itu tampak pula, ketua panitia musyawarah MRP Joram Wambrauw SH, ketua panitia urusan rumah tangga MRP Yuliana E Wambrauw, dan Sekretaris MRP Drs Alfons Rumbekwan MSi.

Menurut Simbiak, Higgins menanyakan tentang MRP dan Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) serta bagaimana hubungan dan kerja sama kedua lembaga kultur tersebut. "Kami katakan yang terjadi saat ini, di Papua telah ada dua MRP, yakni MRP di Provinsi Papua dan MRP di Provinsi Papua Barat dan pemerintah telah menyetujui hal itu. Meskipun masih ada permasalahan yang harus diselesaikan," katanya.

Selain itu, mereka juga bertanya tentang bagaimana hak-hak asli orang Papua diperjuangkan oleh MRP, dan bagaimana implementasinya di lapangan.

Ketika ditanya, apakah kunjungan dari staf Kedubes Amerika tersebut sama dengan kunjungan dari Diplomat Australia pada pekan lalu, Simbiak mengatakan ada perbedaan dari antara kunjungan kedua negara tersebut.

"Diplomat Australia juga ingin melakukan kerja sama kedua pihak, terutama dalam pembuatan atau perumusan laporan, sedangkan staf Kedubes AS hanya bertanya seputar MRP dan MRPB serta bagaimana implementasi Otsus di Papua, terutama hak-hak orang asli setempat," katanya.

Oleh karena itu, Amerika hanya menanyakan MRP dan MRPB serta implementasi Otsus, sedangkan Australia justru ingin membantu penguatan kapasitas bagi MRP.

Pada Kamis (29/9), MRP juga dikunjungi oleh Diplomat Australia yang dipimpin oleh Emilly Whellan dan empat orang lainnya. Mereka menanyakan tentang MRP dan MRPB, dan juga akan melakukan kerja sama dalam penguatan kapasitas bagi lembaga MRP.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA