Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

PM Kamboja: 24 Warga Kamboja Tewas dalam Bentrokan di Perbatasan

Selasa 21 Jun 2011 17:15 WIB

Red: Krisman Purwoko

REPUBLIKA.CO.ID,PHNOM PENH--Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pada Selasa mengatakan 24 orang Kamboja tewas dalam empat kali bentrokan bersenjata dengan Thailand selama konflik perbatasan sejak 2008. Berbicara saat merayakan ulang tahun ke-empat Hari Veteran Kamboja, perdana menteri mengatakan pertempuran antara pasukan Kamboja dan Thailand atas sengketa perbatasan di dekat kuil Preah Vihear 11 Oktober, 2008 dan April 2009 telah membunuh tiga tentara Kamboja, dan bentrokan pada 4-7 Februari 2011 menewaskan delapan tentara Kamboja termasuk empat tentara, dua polisi dan dua warga sipil.

Juga, bentrokan terbaru dari 22 April - 3 Mei di kuil Ta Sen dan Ta Krabei di Oddar Meanchey menewaskan 13 tentara Kamboja lainnya, katanya. "Kamboja sangat menyesal atas kematian mereka dikarenakan mempertahankan nasional," kata Perdana Menteri.

"Kami berharap bahwa tidak akan ada bentrokan bersenjata lebih lanjut dan Kamboja mencoba semua yang terbaik untuk mencari solusi damai pada konflik perbatasan Kamboja dan Thailand," katanya. Kamboja dan Thailand memiliki konflik perbatasan hanya sepekan setelah candi Kamboja Preah Vihear terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 7 Juli 2008.

Thailand mengklaim kepemilikan 4,6 kilometer persegi tanah bersemak di sebelah kuil. Sejak itu, kedua pihak membangun kekuatan militer di sepanjang perbatasan dan bentrokan periodik terjadi, mengakibatkan kematian tentara dan warga sipil di kedua pihak.

Kamboja mengangkat masalah ini ke Dewan Keamanan PBB pada Februari dan Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan pada 14 Februari serta menugaskan ASEAN untuk menengahi konflik perbatasan kedua negara. Indonesia pada saat mengetuai ASEAN dan berupaya untuk ikut memecahkan sengketa itu.

Pada 22 Februari, para menteri luar negeri ASEAN mengadakan pertemuan di Jakarta untuk menengahi konflik.Pada saat itu, Kamboja dan Thailand sepakat untuk menerima pengamat Indonesia untuk memantau gencatan senjata di sisi perbatasan masing-masing, tetapi penyebaran selalu tertunda karena Thailand menuntut bahwa tentara Kamboja dan penduduk setempat akan ditarik dari daerah yang disengketakan 4,6 km persegi dekat kuil pertama.

 

sumber : antara/Xinhua-OANA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA