Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

Agar Anak Bisa Bergaul, Begini Saran Psikolog

Selasa 07 Mar 2017 08:55 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Ibu dan anaknya.

Ibu dan anaknya.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bukan hanya dewasa, anak-anak juga perlu bergaul. Hal ini menurut psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, sangat penting agar anak bisa mendapatkan dukungan teman, mudah menyelesaikan masalah, lebih semangat sekolah, dan bahagia.

Agar anak terampil bergaul, psikolog yang akrab disapa Nina mengatakan anak perlu diajarkan keterampilan sosial. Pertama ajarkan anak bagaimana berteman dan bekerja sama. Selain itu ajarkan pula anak untuk peduli terhadap yang sakit atau kekurangan.

Anak juga harus diajarkan sabar menunggu dengan cara mengantri. Mereka harus tahu bagaimana cara menyelesaikan atau mendamaikan pertengkaran. Anak perlu mengikuti aturan dan bisa mengontrol emosi saat marah tanpa mengganggu orang lain.

“Melalui permainan yang ada di arena permainan, anak-anak dapat mempelajari dan mengenal beberapa keterampilan sosial tersebut, misalnya bergantian dan mengantri ketika menaiki flying fox mini. Hal ini akan mengenalkan anak pada kesabaran menunggu dan budaya antri,” paparnya dalam konferensi pers peluncuran kampanye SGM Eksplor, Lengkapi Nutrisinya, Jadikan Dunia Sahabatnya, di Jakarta, belum lama ini.

Keterampilan sosial memiliki kaitan erat dengan pemenuhan nutrisi yang tepat dan lengkap karena status nutrisi memiliki hubungan dengan perkembangan sosio-emosional anak dalam masa tumbuh kembang. Karena itu Nina menambahkan, agar anak bisa bergaul, anak juga membutuhkan tubuh yang sehat melalui pemenuhan nutrisi yang tepat.

“Menjadi anak yang sehat merupakan landasan utama seorang anak bisa memiliki keterampilan sosial yang baik, karena akan membuat perkembangan psikologinya baik pula. Dengan tubuh yang sehat karena kecukupan nutrisi yang baik, ia menjadi anak yang lebih tahan menghadapi stres, dan lebih mampu meregulasi emosinya, lebih leluasa mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya dan menjadi anak yang lebih mudah bergaul di kemudian hari.”

Ia mengatakan ketika anak mengalami kekurangan nutrisi seperti zat besi, yodium, protein dan lainnya maka perkembangan anak tidak akan optimal. Anak akan menjadi lemah, lesu, mudah sakit, dan IQ anak tidak akan optimal.

Dengan kondisi fisik yang tidak sehat, anak akan mengalami masalah emosi. Anak akan rewel, menjadi pemarah dan menarik diri. “Selanjutnya anak akan mengalami masalah sosial. Keterampilan sosial anak rendah, anak sulit bergaul, dan ditolak teman,” jelasnya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA