Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Anak tak Diimunisasi, Begini Jawaban Dokter

Jumat 22 Dec 2017 06:28 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari

Sejumlah warga mengantre sebelum melakukan imunisasi difteri untuk anaknya di Puskemas Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/12).

Sejumlah warga mengantre sebelum melakukan imunisasi difteri untuk anaknya di Puskemas Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imunisasi merupakan upaya pencegahan spesifik untuk melindungi anak dari beragam penyakit yang dapat menyebabkan wabah, kecacatan hingga kematian. Namun, sebagian orang tua masih enggan mengimunisasi anak mereka karena merasa anak mereka sehat-sehat saja tanpa imunisasi.

"Kenapa (sehat)? Karena ada Herd Immunity," terang Konsultan Infeksi Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM Dr dr Hindra Irawan Satari SpA(K) dalam diskusi kesehatan di Nutrifood Inspiring Center, Jakarta.

Herd Immunity merupakan kekebalan kelompok terhadap suatu penyakit yang tercipta karena cakupan imunisasi sudah mencapai 95 persen. Dengan cakupan imunisasi yang luas ini, lima persen dari kelompok yang tak imunisasi akan terlindungi karena tidak ada sumber penularan penyakit.

"(Mereka yang tidak imunisasi) selamat karena jasa dari orang yang imunisasi," sambung Hindra.

Jika semua orang tidak melakukan imunisasi, maka risiko terjadinya wabah penyakit akan membesar. Oleh karena itu, imunisasi sangat diperlukan untuk melindungi masyarakat dari berbagai risiko penyakit sekaligus menciptakan kekebalan kelompok.

Sebagian orang tua juga enggan memberikan akses imunisasi kepada anak karena menilai bahwa ASI saja sudah cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Terkait anggapan tersebut, Hindra menegaskan bahwa ASI saja tak cukup untuk membuat anak terlindung dari beragam ancaman penyakit seperti halnya imunisasi.

"ASI cuma cukup sampai enam bulan. Setelah itu perlu makanan tambahan. Tidak bisa andalkan ASI saja," tegas Hindra.

Di sisi lain, Hindra juga melihat ada kelompok yang memanfaatkan isu antivaksin untuk berjualan produk-produk kesehatan. Beberapa produk kesehatan tersebut dipasarkan dengan klaim bisa mengatasi semua persoalan kesehatan.

"Tidak masuk akal. Kalau mau jualan silahkan. Tapi imunisasi jangan diganggu. Obat jangan diganggu," ujar Hindra.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA