Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Aliran PDAM Bogor Terganggu

Jumat 06 Jan 2017 18:00 WIB

Red:

BOGOR -- Pipa transmisi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bocor akibat terkena ekskavator atau alat galian pembangunan proyek tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Kampung Tengek, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Kamis (5/11) siang. Akibat musibah ini, zona 1 pengaliaran air mengalami gangguan.

"Kami mendapat musibah, pipa jalur tangkil terkena alat galian proyek tol Bocimi. Ini jalur transmisi yang mengarah ke Rancamaya," kata Dirut PDAM Tirta Pakuan Bogor Deni Surya Sanjaya, Kamis (5/1).

Tak kurang pelanggalan di 14 kelurahan akan mengalami gangguan. Zona yang mengalami gangguan pengaliran tersebut, di antaranya, Kelurahan Bojong Kerta dan sekitarnya, Kelurahan Kertamaya dan sekitarnya, Kelurahan Harjasari dan sekitarnya, Kelurahan Sindang Rasa dan sekitarnya, Kelurahan Muara Sari dan sekitarnya, Perumahan Royal Tajur dan sekitarnya, Perumahan Unitex dan sekitarnya, serta Perumahan Pakuan Hill dan sekitarnya.

Kemudian, Perumahan Mutiara Bogor Raya dan sekitarnya, Perumahan Katulampa dan sekitarnya, Perumahan Rancamaya dan sekitarnya, Jalan Wangun Atas dan sekitarnya, Jalan Biotrop dan sekitarnya, serta Kampung Cogreg Dekeng dan sekitarnya.

Deni mengatakan, instansinya meminta maaf kepada pelanggan, khususnya yang terkena dampak. Untuk meminimalisasi gangguan, upaya yang dilakukan, antara lain, pengiriman mobil tangki, mengalihkan beberapa aliran, dan juga kerja sama dengan pihak PT Wasita Karya sebagai kontraktor proyek tol Bocimi.

"Kami sampaikan permohonan maaf. Akan dikerahkan tiga tangki. Kalau kurang, akan kerja sama dengan PDAM Kabupaten Bogor, lalu akan coba satu alat mobile walau kapasitas kecil, mengalihkan beberapa aliran, seperti dari Dekeng, Sukasari, Tajur, ini di zona tiga," ujarnya.

Deni menyebutkan, ada sekitar 14 ribu pelanggan yang akan terganggu. Pipa yang mengalami kerusakan, yaitu setengah meter dengan hampir 90 persen diameternya putus. Akibatnya, aliran air yang harusnya masuk ke pelanggan menjadi terbuang. "Sudah ada pelanggan menelepon sudah tidak ada aliran air, estimasi perbaikan 12 jam, tapi untuk bisa kembali normal butuh waktu kurang lebih tiga hari," jelas dia.

Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Ade Saban menambahkan, saat ini pihaknya segera melakukan perbaikan pipa yang patah akibat terkena alat galian proyek tol Bocimi di Kampung Tengek, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kerusakan pipa ini mengganggu aliran di zona 1, meliputi sedikitnya 14 kelurahan.

Dengan topografi jalur pipa yang turun naik, kata Ade, setidaknya dibutuhkan waktu tiga hari agar aliran bisa kembali normal kepada pelanggan. "Sedikitnya, 130 liter per detik nggak masuk. Kerugian bisa Rp 1,8 jutaan per jam. Kerusakan mulai Kamis dari pukul 11.00 WIB," ujarnya.

Menurut Ade, sebetulnya 600 meter pipa di wilayah tersebut sudah direncanakan untuk direlokasi sejak dua tahun lalu. Hal itu dikarenakan adanya pengerjaan proyek tol Bocimi.

Ke depannya, Ade menambahkan, pipa air untuk mengaliri zona 1 tersebut memang harus direlokasi. Tetapi, kebijakan dan anggarannya juga bergantung pada Bina Marga Nasional. "Belum direlokasi, sudah terhantam. Sampai saat ini, Bina Marga belum menentukan tempatnya. Kami sudah ajukan desain, namun di Bina Marga belum terealisasi. Yang jelas, kerusakan ini diperbaiki dulu, kerugian harus dihitung dulu," katanya.

Adapun untuk PT Waskita Karya Tbk sebagai kontraktor proyek Bocimi, lanjut Ade, juga akan dikenakan sanksi denda atas musibah tersebut. Selain itu, kontraktor juga diminta bantuan untuk perbaikan. "Sudah kami minta mereka (Waskita Karya) dan tenaga ahli kami juga banyak," jelasnya.

Warga Kelurahan Curug Mekar, Litha, yang merupakan pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menilai, pelayanan pasokan air di wilayahnya selama ini belum maksimal. Terlepas dari musibah pipa bocor, air yang keluar dari keran sejak Desember 2016 sudah sangat kecil. ''Sehingga, kami merasa kesulitan untuk menggunakan air tersebut sebagai kebutuhan kami sehari-hari," katanya mengeluh.

Iin Indrawaty, warga Perumahan Taman Yasmin Sektor 7 Jalan Bambu Kuning, Kota Bogor, mengungkapkan, sejak Desember 2016 lalu di rumahnya air PDAM tidak mengalir tiap pukul 04.00-10.00 WIB dan 17.00-21.00 WIB. Air PDAM juga tidak jernih, berwarna kekuning-kuningan alias berlumpur. ''Ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun," ujar dia.

Warga Cluster Hejo Jalan Perikanan Darat, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Hena S mengaku kesal karena merasa dirugikan dengan pelayanan PDAM yang buruk. ''Hampir tiap hari air mati, tidak kurang dari 18 jam. Kalau pagi, mulai pukul 05.00 hingga 11.30 WIB dan memasuki pukul 12.00 hingga 22.00 WIB air kembali mati,'' kata dia.

Dengan kondisi pasokan air seperti itu, lanjut Hena, jelas warga merasa dirugikan karena warga selalu diwajibkan membayar setiap bulan. Ia berharap, meski air tidak mengalir secara maksimal, minimal pasokannya bisa normal.      rep: Santi Sopia, ed: Endro Yuwanto

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA