Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Rencana Penerbitan UU Minol Masih Ditimbang

Senin 16 May 2016 15:00 WIB

Red:

JAKARTA--Ketua Panja RUU Minuman Beralkohol (Minol) DPR Siti Masrifah mengatakan, rencana penerbitan regulasi itu melalui DPR masih panjang. Potensi ekonomi dan dampaknya bagi remaja jadi dua pertimbangan utama.

"Bagaimanapun, minol menjadi produk ekonomi kecil di daerah, sumber pendapatan ekonomi, namun tidak bisa juga dibiarkan generasi bangsa menjadi korban," ujar Siti dalam diskusi "Minuman Beralkohol dan Remaja, Bagaimana Solusinya" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Ahad (15/5).

Siti pun berharap ada masukan yang konstruktif untuk penanganan masalah minol. Siti Masrifah memberi contoh pada usulan masyarakat tentang regulasi minol, yakni pemerintah menampung hasil produksi fermentasi, alkohol menjadi produk ekspor, lalu akhirnya tidak menjadi konsumsi. Ia juga mengatakan, regulasi itu harus bersinergi dengan UU lainnya.

Ia menegaskan, regulasi untuk mengatur peredaran minuman keras memang sangat dibutuhkan. "Karena, banyak remaja di bawah usia 21 tahun kecanduan mengonsumsi minuman beralkohol," kata anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKB tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) mengimbau agar semua pihak bersama-sama mengupayakan untuk mencegah anak dan remaja di bawah usia 21 tahun mengonsumsi minuman keras. "Hal itu lebih penting untuk menjauhkan anak dan remaja di bawah umur dari efek negatif minuman yang belum saatnya mereka tenggak," kata Koordinator FAA PPMI Agung Sedayu.

Pasalnya, menurut dia, anak-anak dan remaja kurang matang dalam mengambil keputusan. Sehingga, lanjut Agung, mengonsumsi minuman beralkohol pada usia itu bisa menyebabkan kecerobohan dalam mengambil keputusan. "Mereka berpotensi melakukan perbuatan di luar kesadarannya," ujar Agung.

Agung menambahkan, sosialisasi dan pengetatan aturan larangan penjualan serta konsumsi alkohol di bawah usia 21 tahun mesti ditegakkan. Para pelaku usaha, mulai dari produsen hingga pedagang, kata dia, harus berperan aktif mencegahnya. "Pemerintah dan seluruh industri minuman berakohol resmi mesti melakukan pengawasan dan pengendalian menyeluruh," katanya.    rep: Wisnu Aji Prasetiyo, ed: Fitriyan Zamzami

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA