Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Asumsi Makro APBNP 2015 Diketok

Sabtu 14 Feb 2015 18:00 WIB

Red: operator

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah bersama DPR RI telah menyepakati dan menetapkan asumsi dasar ekonomi makro dalam APBNP 2015 dalam rapat paripurna di gedung DPR, Senayan, Jumat (13/2) malam.

Pertumbuhan ekonomi tahun 2015 tetap dipertahankan pada tingkat 5,7 persen.

Tingkat inflasi sepanjang 2015 diperkirakan mencapai 5,0 persen atau lebih tinggi dari asumsi APBN 2015 sebesar 4,4 persen. Tingginya asumsi inflasi tersebut dipengaruhi imbas lanjutan kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi pada November 2014.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan berada pada kisaran Rp 12.500 atau melemah dibanding asumsinya dalam APBN 2015 sebesar Rp 11.900 per dolar AS. Suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan pada 2015 diperkirakan turut mengalami tekanan dan berada lebih tinggi di atas asumsi APBN 2015 sebesar 6,0 persen menjadi 6,2 persen. Tekanan terhadap nilai tu kar rupiah dan suku bunga SPN tiga bulan diperkirakan bakal dipicu oleh ketatnya likuiditas global terkait rencana kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, the Fed tahun ini.

Selanjutnya, harga minyak mentah Indonesia pada 2015 diperkirakan mencapai rata- rata 60 dolar AS per barel atau lebih rendah dibandingkan dengan asumsi ICP APBN 2015 sebesar 105 dolar AS per barel. Hal itu didorong penurunan harga minyak dunia yang cukup signifikan.

Sementara, realisasi lifting minyak pada 2015 diperkirakan hanya akan terealisasi sebesar 825 ribu barel per hari.

Sedangkan, liftinggas bumi diperkirakan mencapai 1.221 ribu barel setara minyak per hari atau lebih rendah dibandingkan asumsi lifting gas bumi pada APBN 2015 yang ditetapkan sebesar 1.248 ribu barel setara minyak per hari.

Hal itu didorong penurunan alamiah kapasitas produksi dan belum optimalnya lapangan minyak baru.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, asumsi dasar ekonomi makro tersebut diterapkan mempertimbangkan perkembangan terkini. "APBN Perubahan tahun 2015 ini telah direkonstruksi dengan serangkaian instrumen kebijakan yang diharapkan dapat mendukung pencapaian target pembangunan di 2015," kata Bambang dalam Sidang Paripurna. c87, ed: Fitriyan Zamzami

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA